alexametrics

Menguasai Descriptive Text Menggunakan Student Teams Achievement Division

Oleh : Nanik Sri Redjeki, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setelah diterapkan pelaksanaan kurikulum 13 pada jenjang Sekolah Dasar dan setingkatnya, mata pelajaran Bahasa Inggris bukan pelajaran inti atau wajib. Bahasa Inggris dijadikan sebagai muatan lokal sehingga banyak sekolah yang tidak mengajarkan pelajaran tersebut. Di jenjang berikutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP), guru jarang menyentuh kosa kata dasar karena menganggap siswa telah memahaminya. Tentunya bagi siswa yang tidak mendapatkan bekal yang cukup untuk menulis dan berbicara tentang materi yang sedang dipelajari tentu akan mengalami kesulitan.

Kesulitan untuk mengetahui dan memahami dasar-dasar dalam pelajaran Bahasa inggris yaitu menentukan kata dasar, kalimat, cara pelafalan dan penulisannya. Bila sudah memahami dasar-dasar tersebut, akan lebih mudah memahami materi selanjutnya.

Baca juga:  Belajar Asyik di Masa Pandemi dengan Memanfaatkan Alam Sekitar

Sangat disayangkan jika tidak semua siswa menguasai setiap materi yang diberikan dan hanya dikuasai oleh siswa-siswa lulusan sekolah favorit yang mengajarkan mata pelajaran bahasa inggris. Hal ini akan menyebabkan perasaan kurang percaya diri dan minder bagi siswa yang tidak memahami materi pelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis menerapkan metode pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 Semarang ketika belajar tentang Descriptive Text. Metode pembelajaran STAD dicirikan oleh struktur tugas, tujuan dan penghargaan kooperatif (Sunilawati, 2013). STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.

Baca juga:  Terampil Berbahasa dengan “VoTe”

Pada materi Descriptive Text kompetensi dasarnya siswa mampu menyusun teks lisan dan tulis secara kontekstual. Pertama-tama, guru meminta siswa untuk mempelajari pokok bahasan yang akan dibahas, di rumah masing-masing. Di kelas, guru membentuk kelompok yang heterogen. Setiap kelompok beranggotakan 4 siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Guru mengawali dengan presentasi materi terlebih dahulu. Selamjutnya guru membagi LKS untuk dikerjakan pada tiap kelompok. Kemudian saling mengecek pekerjaan di antara teman dalam satu kelompok. Guru mengawasi kinerja tiap kelompok. Ketua kelompok melaporkan keberhasilan dan hambatan dalam kelompok, sehingga guru dapat memberi bantuan kepada kelompok yang membutuhkan. Dan yang terakhir, guru memberi kuis kepada seluruh siswa di setiap akhir materi.

Baca juga:  Bermain Drama Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa

Belajar Descriptive Text menggunakan metode STAD terbukti efektif dalam memotivasi belajar siswa. Terbukti dengan pemberian soal kuis di akhir setiap pembelajaran, lebih dari 85% siswa mendapat nilai di atas KKM. Tentunya metode STAD ini tidak hanya diterapkan pada satu materi saja tetapi juga bisa diterapkan untuk materi -materi lainnya.

Harapan penulis kepada para pembaca terutama pendidik agar lebih termotivasi untuk menggunakan metode pembelajaran lainnya untuk mengatasi berbagai masalah selama kegiatan belajar mengajar. (ips1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 9 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya