alexametrics

Rekreasi Merangsang Siswa untuk Produksi Cerita Sejarah Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Oleh : Nur Aeni, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan di tengah pandemi Covid -19 sangatlah menjadi ujian berat bagi para pendidik. namun inilah saatnya Merdeka Belajar diterapkan. Para pendidik tetap berusaha memberi pendidikan yang berkualitas bagi siswa atau outputnya, hal ini diperlukan gebrakan baru yag luar biasa untuk pendidikan di era ini. Perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh tetap dilaksanakan sampai saat ini.

Bentuk ikhtiar sudah menjadi keharusan bagi pemangku kepentingan pendidikan tak terkecuali pendidik atau guru mampu berinovasi sesuai dengan bidangnya masing masing. Seperti yang dilakukan penulis dengan mengaplikasikan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMA N 2 Demak, KD 4.4 Menulis cerita sejarah pribadi dengan memperhatikan kebahasaan. Penulis berharap siswa dalam masa pandemi ini tetap aktif dan positif juga produktif dalam menerima mata pelajaran. yang dapat dilakukan dalam mengajarakan materi ini ini penulis berusaha merangsang siswa dengan cara rekreasi ke tempat bersejarah yang terdekat di sekitar tempat tinggal. Dengan melakukan rekreasi atau berkunjung ke sebuah tempat yang bersejarah diharapkan ada bekal yang bisa ditulis untuk memenuhi tugas menulis ini.

Baca juga:  Perpajakan Lebih Mudah dengan Gallery Walk

Suparlan (2008) mengatakan bahwa belajar merupakan proses aktif yang dilakukan oleh peserta didik dalam rangka membangun pengetahuannya. Jika pembelajaran tidak memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakekat belajar. Peran aktif peserta didik sangatlah diperlukan karena merupakan subjek utama dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini tidak ada tatap muka tetapi lewat dunia maya. ini bisa dilakukan dengan berinteraksi pada saat pembelajaran jarak jauk berlangsung. Pada sekolah kami pembelajaran menggunakan aplikasi Smanda Searching. Aplikasi yang digunakan dalam KBM, siswa dapat dipantau kehadirannya, keaktifannya. Sehingga siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan bapak ibu gurunya.

Dalam rangka mencapai hasil belajar yang maksimal, maka diperlukan suatu konsep pembelajaran yang memadai dan relevan. Oleh karena itu pendidik dituntut dapat memilih metode pembelajaran yang dapat memacu semangat setiap peserta didik untuk secara aktif ikut terlibat dalam proses pembelajaran (Sidjabat 2008). Setiap peserta didik memiliki kecerdasan yang berbeda beda. Seorang guru perlu memahami berbagai jenis kecerdasan peserta didik. agar dapat menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi dalam menjembatani proses belajar peserta didik.

Baca juga:  Praktikum dengan Bahari, Belajar Kimia Makin Mudah

Kembali kepada metode yang penulis harapakan bahwa rekreasi dapat merangsang siswa untuk memproduksi cerita sejarah berdasarkan pengalaman pribadi. Dengan rekreasi, meski pandemi masih bisa dilakukan oleh siswa. misal ke Masjid Agung Demak atau ke Makam Kadilangu Demak. Siswa akan mendapatkan pengalaman pribadi secara religus, dapat mencatat setiap yang ditemukan atau dapat ditulis setiap pertanyaan disampaikan kepada informan. Dari sini lah semua informasi dapat dirangkum menjadi sebuah tulisan untuk memenuhi tugas memproduksi cerita sejarah berdasarkan pengalaman pribadi. Semoga membuat siswa lebih bersemangat dalam menulis. (gb2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya