alexametrics

E-Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh IPA saat Pandemi Covid-19

Oleh : Sarwo Sukono, S.Si.,M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar secara mandiri. Bisa menggunakan bahan belajar tertulis melalui komputer, internet, dan smartphone. Belajar seperti ini dikenal dengan istilah e-learning.
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring materi IPA menjadi pilihan utama karena adanya pandemi Covid-19. PJJ atau daring adalah suatu pendekatan pembelajaran yang pada pelaksanaannya tidak bertatap muka langsung di kelas. E-learning bisa digunakan dalam kondisi seperti ini, karena berbasis internet yang artinya tidak perlu datang ke kelas.

Contoh beberapa alat yang bisa dipakai mulai dari e-mail, blog, Wikipedia, eportofolio, animasi, tautan video hingga jejaring social, seperti Facebook, Twitter, Youtube, Google Classroom, Edmodo, WA dan sebagainya. Oleh karena itu, e-learning semakin menjadi pilihan karena dapat menghemat biaya, waktu dan lebih fleksibel. Pembelajaran e-learning mapel IPA dalam pengembangan pembelajaran berbasis internet yaitu Web Course.

E-learning lebih mudah belajar di mana saja untuk belajar tentang IPA, lebih mandiri dalam belajar, lebih kreatif dan lebih aktif dalam belajar. Menghadapi perkembangan teknologi, tantangan globalisasi di masa depan, serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sebagaimana dirumuskan dalam UU No. 30 tahun 2003 pasal 3 yaitu potensi pengembangan siswa untuk menjadi seorang yang kreatif, mandiri, inovatif, kreasi dan berprestasi, e-learning bisa menjadi model untuk mencapai itu.

Baca juga:  Kami dan Kita Samakah?

Ada beberapa tahap penggunaan teknologi telekomunikasi informasi dalam pembelajaran ke dalam beberapa tahap. Pertama emerging, ini tahap awal menyadari pentingnya teknologi untuk pembelajaran. Kedua applying, pengaplikasian dari teknologi sebagai objek untuk dipelajari. Tiga integrating, pengintegrasian ke dalam kurikulum. Empat transforming. Tahap paling ideal karena teknologi informasi telah menjadi katalis bagi evolusi pendidikan. Dalam segi pembelajaran, materi IPA yang digunakan pada saat tatap muka dengan materi waktu PJJ itu sama. Tapi dalam masa pandemi seperti ini dan PJJ, masih ada beberapa peserta didik yang kurang keterampilannya dalam menggunakan ICT. Karena tidak semua peserta didik itu terbiasa sejak dini.

Ada juga kendala dari e-learning ini, yaitu listrik bisa padam ketika sedang mengakses program pembelajaran. Jaringan internet yang buruk, komitmen dari orangtua yang tidak menentu. Peserta didik yang sulit belajar dengan cara ini. Kesalahpahaman antara guru dan peserta didik serta ketidaktahuan iptek.

Baca juga:  Keseimbangan antara Ilmu Pengetahuan dan Akhlak Budi Pekerti

Pengajar harus lebih paham tentang internet dan teknologi. Guru juga harus bisa membaca situasi dan memaklumi keadaan peserta didik, mungkin sukar untuk dilakukan karena guru pasti mengajar banyak peserta didik, tetapi bisa dengan cara pendekatan dengan peserta didik karena dalam situasi seperti ini sangat mudah salah paham.

Peserta didik juga harus memberikan konfirmasi tentang keadaan keluarga, ekonomi, serta internet. Ini sangat penting karena agar guru bisa memberikan keringanan atau tugas pengganti. Maka, pembelajaran IPA di SMP Negeri 15 Surakarta yang menggunakan e-learning sangatlah memperhatikan hal tersebut.
Pembelajaran jarak jauh adalah salah satu cara untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang juga diterapkan di sekolah-sekolah.

Baca juga:  Kata Siapa Berhitung Itu Sulit, Solusinya Jarimatika

Dalam praktiknya PJJ/daring memerlukan bantuan teknologi informasi komunikasi. Keterbatasan ruang dan waktu yang dimiliki oleh peserta didik dapat diatasi dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain baik secara online (dalam jaringan). Penyampaian materi pembelajaran selama PJJ, dalam hal ini materi IPA, dapat diakses peserta didik baik dalam bentuk video pembelajaran dari YouTube, teks, rekaman audio. Maupun materi tambahan dan materi pengayaan yang diberikan guru melalui video konferensi dengan bantuan Google Meet. Dengan demikian pembelajaran e-learning mapel IPA bisa tersampikan sesuai waktu yang diberikan dan tujuan pembelajaran. (dd1/lis)

Guru SMP Negeri 15 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya