alexametrics

Bagaimana Pembelajaran Daring Sejarah di Masa Pendemi Covid 19?

Oleh : Dra. Sri Bakdiyati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perubahan akibat Covid -19 berpengaruh besar pada dunia pendidikan. Bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung dengan ideal? Bagaimana cara guru mengajar serta bagaimana siswa dapat menerima pembelajaran?
Dalam pembelajaran pada akhirnya akan memicu munculnya ide, kreativitas dan inovasi. Pembelajaran daring sejarah peserta didik dapat mengidentifikasi hasil belajar sehingga dapat mengembangkan sikap jujur, dan bertanggung jawab dan disiplin serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkreasi. Sebuah media pembelajaran berupa aplikasi daring guru ataupun peserta didik dapat mengunggah tulisan, file, gambar maupun video yang telah dibuat oleh guru secara interaktif sehingga peserta didik akan tertarik dalam belajar.

Pembelajaran yang berlangsung di kelas online diarahkan agar peserta didik mempelajari materi pada buku bacaan maupun dari berbagai sumber lain. Setelah literasi materi peserta didik dapat berdiskusi atau bertanya kepada guru melalui kolom forum di google clasroom mengenai materi yang kurang dipahami. Pada kegiatan inti pembelajaran guru menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi hasil belajar.

Baca juga:  Pohon Pintar Tingkatkan Motivasi Belajar PJOK

Peserta didik diarahkan membuat rangkuman hasil belajar agar dapat dipahami dengan lebih mudah dan cepat dimengerti. Penyajian materi dalam pembelajaran akan sangat memudahkan peserta didik untuk memahami materi. Maka materi perlu diringkas dan dibuat menarik dalam desain yang menarik.
Penilaian guru pada saat pembelajaran meliputi tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian sikap dilihat dari tanggung jawab, kedisplinan dan kejujuran dalam mengerjakan tugas. Pada aspek pengetahuan, guru melakukan evaluasi menggunakan kuis online google form. Sedangkan pada penilaian keterampilan guru melihat keaktifan siswa dalam kelas online dan dari hasil produk yang diberikan.

Pembelajaran sejarah jarak jauh/daring sebelumnya tidak dilakukan oleh peserta didik melalui forum di google classroom. Sehingga awalnya agak bingung karena peserta didik sendiri belum tahu. Tapi dengan mencari di Google dan juga contoh dari guru, bisa menyelesaikan tugas tersebut. Peserta didik dapat mengetahui apa itu yang telah dipelajari dan bisa bekerja secara terampil, mengikuti perkembangan teknologi. Sedangkan kekurangannya signal yang kurang mendukung, kuota internet yang tipis.

Baca juga:  Penggunaan Peta Minda dapat Meningkatkan Belajar Siswa Lebih Bermakna

Pembelajaran jarak jauh/daring semasa pandemi Covid-19 memberikan banyak hikmah bagi guru dan peserta didik. Bagi guru pembelajaran jarak jauh memberikan pengalaman baru dalam mengajar secara daring. Guru akhirnya menemukan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai penunjang pembelajaran.

Sebagaimana google classroom sebagai kelas maya. Pemanfaatan media pembelajaran dengan menggunakan microsoft sway untuk menyampaikan materi secara interaktif, video pembelajaran guru yang diunggah ke YouTube. Dari segi evaluasi guru dapat memanfaatkan kuis online seperti Quizizz, Moodle, TTS online Google form dan sebagainya.
Selama Covid-19 guru banyak mendapat ilmu baru melalui workshop dan webinar secara gratis. Hal ini dapat meningkatkan kualitas guru. Terutama dengan kemampuan penguasaan teknologi.

Bagi peserta didik hikmah dari pembelajaran sejarah seperti di atas menyadarkan bahwa belajar tidaklah hanya di sekolah tapi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Peserta didik juga dapat memanfaatkan teknologi informasi sebagai instrumen pembelajaran. Hanya dengan gawai peserta didik dapat memperoleh informasi dan menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif.

Baca juga:  Model Kooperatif NHT dengan Algabangdanani Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Terdapat beberapa kekurangan dari pembelajaran daring ini yaitu pada interaksi guru dan peserta didik. Ketika guru mencoba berinteraksi melalui google clasroom tidak semua peserta didik menanggapi. Maka, guru mencoba mengirim ulang pesan melalui grup WA kelas. Begitu pula dengan tugas yang ditujukan untuk peserta didik tidak semua direspons dengan baik.
Terkadang peserta didik tidak mengumpulkan tugas karena mungkin tidak memiliki kuota, maupun sengaja tidak literasi informasi dari guru. Pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk membimbing siswa. Bertolak dari semua kelebihan dan kelemahan selama pembelajaran jarak jauh/daring, guru harus tetap menjalankan tugas mendidik dan menjalankan strateginya. (dd1/lis)

Guru Sejarah SMK Negeri 4 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya