alexametrics

Ciptakan Pengalaman Belajar IPS Bermakna dengan Metode Portofolio

Oleh : MM Susilawati Atmadja SE

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR berarti perubahan perilaku. Tentu saja, perilaku yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran harus menghasilkan peserta didik yang semula tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dari tidak punya kepribadian menjadi berkepribadian, dari tidak punya karakter menjadi berkarakter, dan seterusnya. Sebagai guru, tugasnya menanamkan hakikat pembelajaran, menanamkan karakter, menyajikan model pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran IPS pada tingkat SMP, pada dasarnya untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dari lingkungannya. Selain itu, menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Salah satu materi IPS yang dipelajari siswa kelas VII pada tema 9 adalah Perubahan Sosial Budaya dalam Rangka Modernisasi Bangsa Indonesia. Materi ini meliputi Kompetensi Dasar (KD) 3.2, menganalisis perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia, dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2 menyajikan hasil analisis mengenai perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia. Namun kegiatan pembelajaran IPS kelas VII SMP Negeri 20 Semarang belum maksimal. Pembelajarannya masih searah. Siswa terfokus pada guru serta buku pelajaran. Pemahaman dan penguasaan materi dari siswa masih kurang dan siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. Akibatnya, hasil nilai pada penilaian harian masih banyak yang belum tuntas. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan memilih metode pembelajaran yang menarik.

Baca juga:  SPJ di Indonesia Menyenangkan dengan Mading dan Kartu Berkarakter

Menurut Arnie Fajar (2006:48), portofolio sebagai metode pembelajaran merupakan usaha guru agar siswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu atau kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh siswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisasi informasi yang ditemukan, membuat laporan, dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya. Selanjutnya dituangkan secara penuh dalam pekerjaan/tugas-tugasnya.

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut, pertama, mengidentifikasi masalah. Siswa mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat yang dianggap penting. Kedua, mengumpulkan informasi. Siswa mendiskusikan dan mencari sumber informasi melalui fasilitas perpustakaan, surat kabar, kantor penerbitan, pakar, organisasi masyarakat, jaringan informasi elektronik dan sebagainya. Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam empat kelompok, dan setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio. Adapun pembagian peran dalam kelompok meliputi Kelompok 1 bertugas menjelaskan masalah yang dikaji. Kelompok 2 bertugas menuliskan semua informasi yang diperolehnya. Kelompok 3 bertugas mengusulkan rencana kebijakan untuk mengatasi masalah. Kelompok 4 bertugas memilih rencana kebijakan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan yang dikaji.

Baca juga:  Ulangan Harian Matematika dengan Aplikasi Kuis Oline Quizizz

Ketiga, menyajikan portofolio. Pada kegiatan ini siswa tiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya kepada teman lainnya dalam satu kelas. Terakhir, keempat, melakukan refleksi pengalaman belajar atau kesimpulan. Dalam melakukan kegiatan refleksi atau penarikan kesimpulan, guru melaksanakannya dengan cara diskusi kelas. Ini merupakan kesimpulan akhir dari kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran IPS dengan metode Portofolio ini dapat mengembangkan dan melatih sikap, nilai dan keterampilan peserta didik. Mereka tidak hanya menghafal materi yang diberikan guru, namun dapat memahami apa yang dipelajari dan mampu menyelesaikan pertanyaan dengan baik. Dengan metode Portofolio, mampu menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna karena peserta didik mendapatkan pengetahuan dari hasil masalah yang dijumpainya. (ipa1/ida)

Baca juga:  Tantangan Pembelajaran IPS Masa Pandemi Covid-19

Guru IPS SMP Negeri 20 Semarang<

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya