alexametrics

Trias UKS Solusi Kepsek dalam Mewujudkan Sekolah Sehat

Oleh: Ismadi, S.PD.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBINAAN dan pengembangan usaha kesehatan sekolah (UKS) merupakan peningkatan upaya pendidikan dan kesehatan yang dilakukan secara terpadu, sadar, berencana dan, terarah dan bertanggung jawab untuk menumbuhkan, mengembangkan dan membimbing dalam melaksanakan prinsip hidup sehat di kehidupan sehari-hari yang ditujukan kepada peserta didik (usia sekolah) yang merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam meningkatkan kualitas fisik penduduk. Program Usaha Kesehatan Sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya derajat kesehatan masyarakat di lingkungan sekolah. Upaya mendukung terbentuknya peserta didik yang sehat, salah satu indikator yang direalisasikan sekolah adalah mengaktifkan program usaha kesehatan sekolah yang dapat mengoptimalkan prestasi serta potensi peserta didik dalam belajar.

Program Usaha Kesehatan Sekolah terdiri dari tiga kegiatan utama yang disebut dengan Trias Usaha Kesehatan Sekolah yang meliputi aspek pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan serta pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang berfungsi sebagai saluran utama kesehatan terhadap peserta didik juga belum terlaksana secara maksimal. Partisipasi dan peranan kepala sekolah sebagai Pembina bagi pelaku pendidik di sekolah ini sangatlah menentukan, karena pekembangan tersebut dialami secara bertahap-tahap sehingga kepala sekolah harus mampu menyesuaikan kebutuhan baik sarana maupun prasarana bagi perkembangan dan kemajuan sekolah tersebut. Dengan perkembangan fisik anak yang berjalan dengan normal akan berpengaruh juga dalam perkembangan non fisik.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika dengan Puzzle Maker

Program Trias UKS di SDN 2 Banyusri kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali meliputi: Pertama Pendidikan Kesehatan. Pada program ini sekolah bekerjasama dengan puskesmas terdekat dan Korp Sukarela PMI untuk memberikan penyulhan materi kesehatan di sekolah. Selain itu sekolah juga menfasilitasi siswa dalam lomba dokter kecil sebagai pengembangan bakat dan minat dalam bidang kesehatan. Kedua, Pelayanan Kesehatan. Pada program ini sekolah menyediakan tempat pelayanan kesehatan (UKS) sebagai wadah bagi siswa untuk mengasah skill kesehatan yang didapat, sekaligus sebagai tempat pertolongan pertama kepada warga sekolah yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ketiga, Pembinaan lingkungan sekolah. Program ini sebagai wujud partisipasi warga sekolah terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungannya. terdiri dari berbagai macam diantaranya adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan mata, pemeriksaan telinga.

Baca juga:  Tingkatkan Efektivitas Belajar Mencangkok melalui PJBL

Kegiatan pengawasan pada pelaksanaan Trias UKS terdiri dari kegiatan supervisi, monitoring dan evaluasi. Adapun kegiatan pengawasan berfungsi untuk melihat kemajuan program UKS di masing-masing sekolah. Kegiatan pengawasan dapat dilaksanakan secara mandiri oleh sekolah maupun dari pihak terkait misalnya dari puskesmas dan pembina UKS Kecamatan. Jika pengawasan dapat dilakukan dengan cermat, akan diperoleh beberapa manfaat. Adapun manfaatnya adalah tujuan yang ditetapkan dapat diharapkan pencapaiannya dan selanjutnya pencapaian tersebut terdapat pada kualitas dan kuantitas tertinggi, selain itu pengawasan yang baik akan dapat memacu karyawan berprestasi dan berkreasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kesuksesan program Trias UKS di SDN 2 Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali tentunya berkat partisipasi dari seluruh stakeholders baik kepala sekolah, Guru, Karyawan, Komite dan Masyarakat dilingkungan sekolah. Program tersebut sangat penting untuk menjalankan Usaha Kesehatan Sekolah yang memegang posisi penting dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan dilingkungan sekolah. Hal ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain guna mengoptimalkan fungsi dari UKS yang ada. (gb4/zal)

Baca juga:  Mengatasi Learning Loss di PAUD Pascapandemi Covid-19

Kepala SDN 2 Banyusri, Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya