alexametrics

Permudah Membuat Karya Seni Berbahan Alam dengan Explicit Instruction

Oleh : Henny Fitri Astuti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya pada siswa SD memacu aktivitas siswa untuk berkreasi secara spontan dan juga menekankan pada proses kreatif yang berdasarkan imajinasi. Siswa usia SD akan mengalami pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikisnya ketika proses pertumbuhan dan perkembangan. Kreativitas siswa SD dapat berkembang dengan pesat melalui peranan dari lingkungannya. Perlu adanya latihan melalui rasa ingin tahu, kepekaan dan berani berinovasi.

Pada Kurikulum 2013, terdapat empat bidang pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan tingkat Sekolah Dasar. Keempat bidang tersebut yaitu: seni rupa, seni musik, seni tari, dan keterampilan yang menuntut kreativitas tinggi dalam pelaksanaannya. Salah satu materi pokok seni budaya dan prakarya pada kelas I membahas tentang Karya Seni dari Bahan Alam. Materi ini mencakup Kompetensi Dasar (KD) 3.4 Memahami bahan alam dalam berkarya, dan Kompetensi Dasar (KD). 4.4 Membuat karya dari bahan alam.

Baca juga:  PJJ Anti Garing dengan Ice Breaking

Kegiatan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SDN 02 Lemahabang, kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, pada siswa kelas I masih belum maksimal. Kegiatan pembelajaran yang terjadi hanya searah. Siswa terfokus pada guru serta buku pelajaran pada saat guru menyampaikan materi. Pemahaman dan penguasaan materi dari siswa masih kurang dan siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran akibatnya hasil nilai pada penilaian harian masih banyak yang belum tuntas. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih model pembelajaran yang menarik.

Menurut Arends (201: 41), model Explicit Instruction adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.

Adapun Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model Explicit Instruction adalah sebagai berikut: Pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal-hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapkan. Kedua, guru me-review pengetahuan dan siswa. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa. Ketiga, menyampaikan materi pelajaran terkait karya seni dari bahan alam. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh, mendemontrasikan konsep dan sebagainya. Keempat, melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep. Kelima, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu atau kelompok. Keenam, menilai kinerja siswa dan memberikan umpan balik. Guru memberikan review terhadap hal-hal yang telah dilakukan siswa. Ketujuh, memberikan latihan mandiri. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.

Baca juga:  Mudah Mengubah Puisi Menjadi Prosa dengan 3M

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya dengan Penggunaan model Explicit Instruction pada siswa kelas I SDN 02 Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, penggunaan model ini dapat meningkatkan kemampuan memahami materi Karya seni dengan bahan alam. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata nilai harian yang mengalami kenaikan hingga mencapai tingkat ketuntasan sebesar 86.75 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Explicit Instruction mampu meningkatkan kemampuan akademik siswa dan juga mampu membuat pembelajaran lebih bermakna karena siswa mampu menggali pengetahuan dari apa yang mereka praktikan secara langsung. (gb3/ton)

Guru Kelas I SDN 02 Lemahabang Kec. Doro Kab. Pekalongan.

Baca juga:  Metode Demonstrasi Memudahkan Kemampuan Wudhu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya