alexametrics

Peningkatan Motivasi Belajar Fisika Materi Relativitas melalui Think Pair Share

Oleh : Sri Anies Rahayu, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam mencapai kompetensi dasar pada mata pelajaran IPA fisika, siswa masih banyak mengalami kesulitan. Pembelajaran IPA yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai siswa. Padahal IPA memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan dan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar, perlu metode.

Bertitik tolak dari hal tersebut, penulis menggunakan metode kooperatif jenis TPS (think pair share). Think pair share merupakan salah satu tipe pembelajaran yang dikembangkan oleh Frank Lyman, dkk dari Universitas Maryland, sebagai salah satu struktur kegiatan cooperative learning.

Think pair share memberikan waktu kepada para siswa untuk berpikir dan merespons serta saling bantu satu sama lain. Think pair share memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Menurut Fogarty dan Robin (1996) teknik belajar mengajar think pair share mempunyai beberapa keuntungan. Yaitu mudah dilaksanakan dalam kelas yang besar, memberikan waktu kepada siswa untuk merefleksikan isi materi pelajaran, dan memberikan waktu kepada siswa untuk melatih mengeluarkan pendapat sebelum berbagi dengan kelompok kecil atau kelas secara keseluruhan.

Baca juga:  Blended Learning dalam Pembelajaran Ekonomi Materi Koperasi

Karakteristik pembelajaran TPS adalah tiga langkah utamanya yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Yaitu langkah think (berpikir secara individu), pair (berpasangan dengan teman sebangku), dan share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas). Think ( berpikir secara individual) adalah tahap ketika guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran dan siswa diminta untuk berpikir secara mandiri mengenai pertanyaan atau masalah yang diajukan.

Pada tahapan ini, siswa sebaiknya menuliskan jawaban mereka. Hal ini karena guru tidak dapat memantau semua jawaban siswa sehingga melalui catatan tersebut guru dapat mengetahui jawaban yang harus diperbaiki atau diluruskan di akhir pembelajaran. Langkah berikutnya adalah pair (berpasangan dengan teman sebangku). Guru meminta siswa berpasangan dan mendiskusikan mengenai apa yang telah dipikirkan.
Interaksi selama periode ini dapat menghasilkan jawaban bersama. Biasanya guru mengizinkan tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan. Setiap pasangan siswa saling berdiskusi mengenai hasil jawaban mereka sebelumnya sehingga hasil akhir yang didapat menjadi lebih baik, karena siswa mendapat tambahan informasi dan pemecahan maslah yang lain.

Baca juga:  Membuat Media Pembelajaran Menarik Sepanjang Masa

Langkah terakhir adalah share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas). Dalam langkah ini guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi hasil pemikiran mereka dengan pasangan lain atau dengan seluruh kelas. Pada langkah ini akan menjadi efektif jika guru berkeliling kelas dari pasangan satu ke pasangan yang lain. Sehingga seperempat atau separo dari pasangan tersebut memperoleh kesempatan untuk melapor.

Sebagai kelengkapan tipe TPS, ada beberapa tahap. Yaitu tahap pendahuluan, dimulai dengan penggalian apersepsi sekaligus memotivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pembelajaran. Tahap berikutnya think, guru melakukan demonstrasi untuk menggali konsepsi awal siswa, agar siswa ada waktu untuk berpikir. Kemudian tahap pair, guru membentuk kelompok siswa saling berpasangan. Selanjutnya share, pada tahap ini siswa mempresentasikan jawaban secara individu atau kelompok. Tahap terakhir adalah penghargaan, siswa mendapat penghargaan berupa nilai baik secara individu maupun kelompok. Nilai individu berdasarkan hasil jawaban pada tahap think. Sedangkan nilai kelompok berdasarkan jawaban pada pair dan share, terutama pada saat presentasi memberikan penjelasan terhadap seluruh kelas.

Baca juga:  Membumikan Sagusavi di Sekolah

Berdasarkan uraian di atas, metode kooperatif tipe think pair share mendorong siswa untuk mengembangkan potensi secara optimal dalam pembelajaran fisika. Khususnya pada materi relativitas yang banyak mengandung konsep-konsep yang sulit dipahami. Dengan metode think pair share diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dan dapat mengoptimalkan dalam pembelajaran. (bs2/lis)

Guru Fisika SMAN 1 Wonosegoro, Boyolali.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya