alexametrics

Pembelajaran Sistem dan Dinamika Demokrasi melalui Model Pembelajaran CIRC

Oleh : Dra Siti Chotidjah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Kewarganegaraan (PKn) adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Nu’man Somantri dalam Dikti (2014:7), pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, pengaruh-pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua, yang kesemuanya diproses guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap, dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Indonesia adalah negara yang paling menjunjung tinggi demokrasi. Bahkan, di Asia Tenggara, Indonesia adalah negara paling terbaik menjalankan demokrasinya. Demokrasi adalah kekuatan rakyat atau suatu bentuk pemerintahan dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatannya.

Baca juga:  Penggunaan Games untuk Tingkatkan Minat Berbahasa Inggris

Kata demokrasi berasal dari dua kata dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci dalam bidang ilmu politik.
Dahl (Sahid Gatara, 2009) menyatakan, untuk menegakkan demokrasi dibutuhkan enam lembaga. Pertama, pemimpin yang dipilih melalui pemilu. Kedua, pemilu yang jujur, adil, bebas, dan periodik. Ketiga, kebebasan berpendapat. Keempat, terbukanya akses informasi. Kelima, otonomi asosiasional bagi warga. Keenam, hak kewarganegaraan yang inklusif.

Pembelajaran demokrasi sebenarnya bisa terjadi di lingkup keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara. Dalam mempelajari materi ini membutuhkan pemahaman dan contoh langsung yang bisa diamati dan dipelajari oleh siswa. Dalam masa pendemi Covid-19 ini, kendala yang harus dihadapi oleh seorang guru PKn adalah bagaimana caranya menyampaikan materi ini secara jelas dan mudah dimengerti oleh siswa.
Dengan menggunakan model pembelajaran CIRC (cooperative integrated reading and composition), penulis selaku guru PKn mengawali pembelajaran di kelas XI TKRO 2 SMKN 5 Semarang dengan materi tentang sistem dan dinamika demokrasi di Indonesia dalam bentuk pdf dan video contoh demokrasi yang ada di Indonesia. Kemudian meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah dikirimkan. Kemudian meminta siswa membuat kelompok dalam melalui WA yang terdiri atas 5-6 siswa tiap kelompoknya. Masing–masing kelompok kemudian diberi satu foto kejadian proses demokrasi yang terjadi di Indonesia. Masing–masing siswa diminta memberikan tanggapan terhadap foto yang dikirim melalui google classroom dan merangkum inti tanggapan dari masing–masing siswa. Rangkuman dibacakan oleh salah satu siswa tiap kelompok dalam bentuk video singkat yang direkam lewat handphone dan dikirim ke WA group kelas.

Baca juga:  Menuju Sekolah Efektif

Guru meminta siswa membuka video rangkuman masing-masing kelompok. Di samping memberikan kesimpulan dari kiriman video oleh siswa. Guru pengampu memberikan rangkuman dan kesimpulan yang sudah dibuat siswa dan dilanjutkan dengan membuat soal di google classroom. Siswa diminta mengerjakan soal yang dibuat oleh guru di google classroom. Ternyata dengan menggunakan model pembelajaran CICR ini, kelas XI TKRO 2 SMKN 5 Semarang memiliki hasil penilaian di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Tentunya ini menjadi model pembelajaran alternatif yang bisa dipakai pada pembelajaran masa pandemi Covid-19 dengan sarana pembelajaran yang semakin canggih. (ipa2/ida)

Guru PKN SMKN 5 Semarang dan email sitichotidjah6717@gmail.com

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya