alexametrics

Model Blended Learning dalam Pembelajaran Anekdot

Oleh : Umi Rahmawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 mengharuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan work from home (WFH), bekerja dan belajar dari rumah perlu memanfaatkan teknologi informasi. Dalam masa situasi yang seperti ini guru harus benar-benar jeli dalam memilih model pembelajar yang tepat dan inovatif, sebagai pendukung Kurikulum 2013. Salah satu model pembelajaran yang menarik, sesuai protokol kesehatan, dan sekaligus tuntutan abad 21, dalam materi menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot di kelas X SMA Negeri 1 Salaman adalah blended learning. Blended learning adalah kombinasi dari dua instruksi model pembelajaran yaitu sistem pembelajaran tradisional dan sistem pembelajaran yang menekankan pada peran teknologi komputer atau lebih dikenal dengan pembelajaran online(Hendarita, 2018: 2).

Pembelajaran blended learning adalah pembelajaran kombinasi. Sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman pembelajaran online yang dapat diakses kapanpun, di manapun, dan pengalaman belajar tatap muka yang terhubung secara langsung dengan guru.
Blended learning memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, keleluasaan peserta didik dalam mengakses bahan ajar serta interaksi antarpeserta didik dan guru tidak terbatas waktu.
Adapun anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya (KBBI). Anekdot memiliki struktur teks : abstraksi, orientasi, krisis, reaksi dan koda yang membedakan dengan teks lainnya. Sehingga peserta didik perlu pemahaman lebih akan materi tersebut.

Baca juga:  Menulis Diari Sebagai Alternatif Strategi Melatih “Writing Skill” Siswa

Tiga Tahapan dalam Blended Learning :

Seeking of information. Siswa secara mandiri mencari materi yang relevan tentang topik yang dibahas melalui sumber belajar online atau offline. Secara individu siswa mempelajari dan mencari referensi dari berbagai sumber yang terkait dengan topik yang telah ditentukan link atau sumber yang digunakan. Pada tahapan ini guru harus mempersiapkan materi terlebih dahulu. Melalui google classroom guru mengirimkan bahan ajar berupa ppt teks anekdot melalui link atau sumber belajar yang sudah ditentukan oleh guru. Sumber referensi yang sudah dibaca akan dibuat rangkuman oleh peserta didik. Peserta didik mencermati ppt maupun uraian yang berkaitan dengan unsur-unsur, struktur teks anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi dan koda).

Baca juga:  Memahami Kisah Nabi dengan Crossword Puzzle

Acquisition of information. Siswa secara individu ataupun kelompok berupaya untuk menemukan, memahami serta mengonfigurasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran siswa sebelumnya. Kemudian siswa menginterpretasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia. Sampai mereka mampu mengomunikasikannya kembali dan menginterpretasikan ide dan hasil interpretasinya menggunakan fasilitas online atau offline. Selanjutnya peserta didik mempertanyakan, menemukan unsur-unsur, struktur teks anekdot tsb. Bersama kelompoknya peserta didik lalu menemukan struktur dan ciri kebahasaan anekdot. Peserta dididk mendiskusikan makna kata, istilah, ungkapan struktur teks anekdot dengan saling menghargai di WhatsApp group.
Pada tahapan ini peserta didik terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam menanggapi materi. Lalu peserta didik menyusun kembali teks anekdot dengan memperhatikan struktur dan kebahasaannya. Untuk mempermudah siswa mengakses pembelajaran bisa menggunakan chanel YouTube sesuai materi atau topik yang sudah ditentukan.

Baca juga:  Menanamkan Kebiasaan Menulis Siswa SD di Masa Pandemi

Synthesizing of knowledge. Siswa merekonstruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis, diskusi dan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh kembali dan menginterpretasikan ide ide dan hasil interpretasinya menggunakan fasilitas online atau offline. Guru peserta didik menyimpulkan makna kata, istilah, ungkapan struktur teks anekdot.
Siswa mengirim atau meng-upload hasil diskusi dan kesimpulan makna kata, istilah, ungkapan struktur teks anekdot dari informasi yang diperoleh, berupa laporan diskusi, bahan presentasi (video) dapat dikirim ke e-mail guru ataupun grup WhatsApp khusus yang dibuat sebagai grup kelas.
Untuk melihat ketercapaian materi di tingkat siswa, salah satu fasilitas yang disediakan google berupa ulangan online yang dibuat dalam bentuk google form maupun office 365. (ss2/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Salaman, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya