alexametrics

Menanamkan Kebiasaan Menulis Siswa SD di Masa Pandemi

Oleh: Ismaryanti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pengertian menulis menurut Muchlisoh, dkk adalah proses menggambarkan bahasa dan proses menyampaikan gagasan. Kedua proses ini sama-sama mengacu pada menulis sebagai kegiatan melambangkan bunyi-bunyi berdasarkan aturan-aturan tertentu. Semua ide, pikiran, gagasan yang ada disampaikan dengan cara menggunakan lambang-lambang yang terpola.

Dilihat dari prosesnya, menulis mulai dari suatu yang tidak tampak, sebab apa yang hendak kita tulis masih berbentuk gagasan, pikiran, sangat pribadi. Jika penulisnya adalah siswa sekolah dasar, maka tulisannya berupa karangan atau cerita. Guru perlu upaya untuk menanamkan kebiasaan menulis pada siswa sekolah dasar. Pada materi bahasa Indonesia kelas III di SDN 01 Wiroditan, kompetensi dasar menyajikan hasil penggalian informasi tentang konsep perubahan cuaca dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam bentuk tulis, materi ini dapat dicapai melalui ketrampilan menulis dalam bentuk karangan atau cerita. Siswa masih mengalami kesulitan menulis karangan atau cerita, karena siswa belum terbiasa menulis.

Baca juga:  Soal Higher-Order Thinking Skill Melatih Siswa Berpikir Kritis

Pada masa pandemi Covid-19, pembelajaran tidak bisa dilaksanakan di sekolah dengan bimbingan guru secara langsung. Sistem pendidikanpun mulai mencari suatu inovasi untuk kegiatan proses belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di Institusi Pendidikan harus jaga jarak dan penyampaian materi disampaikan di rumah masing masing.

Berdasarkan kesulitan siswa dalam kegiatan menulis karangan atau cerita pada masa pandemi menuntut kreativitas guru dan orang tua. Berikut ini beberapa kiat yang dapat digunakan guru dan orang tua untuk menanamkan kebiasaan menulis pada siswa sekolah dasar di masa pandemi Covid-19, yaitu :

Pertama, langsung menulis. Menulis lebih baik dipahami sebagai keterampilan, bukan sebagai ilmu. Sebagai ketrampilan, menulis membutuhkan latihan yang berulang-ulang. Sebagai ilmu komposisi, menulis mengajarkan jenis-jenis paragraf yaitu paragraf deskripsi, narasi, eksposisi dan argumentasi. Masing-masing ada aturan penyusunan kalimat inti dan sebagainya. Semuanya itu tidak membuat siswa dapat menulis. Terlalu banyak aturan akan membuat siswa malas menulis. Seperti halnya berenang, tidak dimulai dengan teori. Seseorang yang ingin belajar berenang langsung menceburkan diri ke dalam air sambil berpegangan yangpipa di pinggir kolam. Orang itu langsung menggerakan tangan dan kaki, belajar mengambang di air. Begitu juga latihan menulis langsung saja ke kegiatan menulis yang sebenarnya. Siswa boleh mulai menulis kapan saja dan di mana saja. Penyelesaian menulis tidak terbatas pada jam sekolah.

Baca juga:  Melalui Satelit, Hasil Belajar Meringkas Teks Eksplanasi Meningkat

Kedua, mulai dari kata kunci. Kreativitas ini bisa dilakukan oleh orang tua di rumah, dengan mengajak siswa menulis. Siswa dibawa ke lingkungan atau peristiwa yang dekat dengan siswa, yaitu dengan menyajikan kata kunci. Tuliskan kata hujan di kertas. Kemudian, anda bertanya pada siswa, apakah mereka mempunyai pengalaman menarik dengan hujan. Mulai dari sinilah siswa bisa belajar menulis.

Ketiga, masuk ke dunia siswa. Siswa senang bercanda, kita masuk dunia mereka yaitu dunia anak-anak. Ciptakan suasana bermain yang menggembirakan. Kita berdialog dengan siswa dengan menyenangkan untuk membantu munculnya ide-ide, yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan.

Beberapa kiat di atas adalah bentuk upaya guru dan orang tua dalam menumbuhkan kebiasaan menulis pada siswa sekolah dasar di masa pandemi Covid-19. Pembelajaran menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa dipaksa untuk membuat sebuah karangan atau cerita, tetapi sebaliknya, siswa merasa senang untuk latihan menulis. (ipa2/ton)

Baca juga:  Metode Belajar Five Variations

Guru SD Negeri 01 Wiroditan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya