alexametrics

Belajar Menyenangkan dengan Metode Teknik Jigsaw

Oleh : Siti Mulyani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dalam segi pembangunan bangsa Indonesia untuk menciptakan manusia yang beriman, bertakwa dan berbudaya untuk menghadapi tantangan masa depan depan yang begitu besar. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, erta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara (Depdiknas, 2003:5-6). Mulyasa (2005 : 5) menjelaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan dengan baik secara konvensional maupun inovatif.

Dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat dan efisien. Selama ini guru masih mengalami kesulitan dalam menciptakan suasana belajar yang konduksif bagi siswa, sehingga sulit bagi guru untuk menarik perhatian siswa dan mendorong keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar, akibatnya prestasi belajar peserta didik kurang optimal. Hal ini antara lain disebabkan penerapan metode pembelajaran yang kurang tepat.

Baca juga:  Word Wall Solusi Mengatasi Kejenuhan dalam Belajar dari Rumah

Berdasarkan observasi kondisi peserta didik kelas VII SMP N 42 Semarang yang paling mnonjol adalah rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS. Pembelajaran yang ideal di dalam kelas adalah pembelajaran yang terjadi secara dua arah. Pembelajaran dua arah terjadi apabila antara peserta didik dan guru sama-sama aktif di dalam kelas. Kemampuan berdiskusi peserta didik juga dapat dijadikan tolak ukur dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting.

Sejalan dengan pernyataan di atas, Depdiknas (2003) mengemukakan tujuan pembelajarn kooperatif adalah sebagai berikut: 1) Meningkatan hasil akademik dengan meningkatkan kinerja peserta didik dalam tugas-tugas akademiknya. Peserta didik yang lebig mampu aka menjadi nara sumber bagi peserta didik yang kurang mampu yang memiliki orientasi dan bahasa ang sama. 2) Pembelajaran kooperatif memberi peluang agar peserta didik dapat menerima teman-temannya yang mempunai berbagai perbedaan dan latar belakang. 3) Untuk mengembangkan keterampilan social peserta didik. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat oaring lain, memancing teman yang bertanya, mau menjelaskan ide/pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Baca juga:  Pengembangan Media Pembelajaran Matematika

Dalam teknik pembelajaran kooperatif jigsaw, kegiatan belajar mengajar berpusat pada siswa. Antar anggota kelompok dapat saling membantu untuk memecahkan permasalahan secara bersama-sama dengan perantara diskusi. Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab sendiri dalam penguasaan materi diskusi, memilikikeharusan untuk menjelaskan terhadap anggota kelompok lain sampai benar-benar mengerti. Setiap individu akan tertarik untuk semaksimalmungkin untuk kemajuan nilai kelompok dan juga memiliki keinginan untuk meningkatkan pencapaian nilainya dibandingkan nilai sebelumnya. Selain itu peserta didik juga akan lebih tertarik dengan adanya pemberian penghargaan kelompok untuk kelompok yang berhasil dengan kreteria yang telah ditetapkan. Dari sini dapat dilihat bahwa peserta didik dituntut untuk saling melengkapi antar anggota yang satu dengan yang laian dalam satuklompok.

Baca juga:  Modul Sebuah Alternatif dalam PJJ Bahasa Inggris

Pada pembelajaran kooperatif teknik jigsaw, terdapat kelompok expert group (kelompok inti) dan home teams (kelompok asal). Home teams adalah kelompok induk peserta didik yang beranggotakan peserta didik dengan kemampuan, asal dan latar belakang yang beragam. Kelompokk asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu kelompok peserta didik yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topic tertentu dan menjelaskan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. (ipa2/ton)

Guru SMPN 42 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya