alexametrics

Belajar Fenomena Efek Rumah Kaca dengan Pemodelan

Oleh : Daniel Achwan Djoko Susanto, S.Pt.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Beberapa tahun terakhir ini telah terjadi fenomena perubahan iklim global. Hal ini juga terjadi di Indonesia. Saat musim kemarau yang berlangsung Mei hingga September kadang masih turun hujan, sebaliknya pada saat musim penghujan yang berlangsung dari Oktober sampai April, di November masih berlangsung musim kemarau. Perubahan iklim global disebabkan adanya perubahan lingkungan sebagai akibat dari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Salah satu penyebab dari perubahan iklim global adalah terjadinya pemanasan global yang disebabkan fenomena efek rumah kaca.

Menurut Wikipedia, pemanasan global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0,74 ± 0,18 °C (1,33 ± 0,32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia, melalui efek rumah kaca.

Baca juga:  Pemanfaatan Barang Bekas dalam Pembelajaran Hukum III Newton

Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak, batubara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya (Wikipedia).

Materi pemanasan global terdapat pada materi pelajaran IPA Kelas VII SMP semester genap, di dalamnya tercakup juga materi tentang efek rumah kaca. Dalam pembelajaran materi efek rumah kaca di kelas VII SMPN 28 Semarang, supaya siswa lebih mudah memahami dan memperoleh gambaran yang jelas mengenai efek rumah kaca, maka penulis mengajak siswa melaksanakan praktikum dengan cara pemodelan efek rumah kaca.

Baca juga:  Free Conference Call Tingkatkan Efektivitas dan Efisiensi Pembelajaran Jarak Jauh

Praktikum dilaksanakan secara kelompok, tiap kelompok terdiri atas 4 siswa. Dalam pelaksanaannya dibutuhkan alat dan bahan yaitu : stoples kaca 2 buah, termometer 2 buah, handuk yang direndam dengan air hangat selama 3 menit 2 buah, stopwatch 1 buah, plastik secukupnya, karet gelang secukupnya. Adapun langkah kerjanya sebagai berikut : 1) Siswa menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2) Siswa memberikan label pada masing – masing stoples yaitu A dan B. 3) Siswa memasukkan handuk yang telah direndam dengan air hangat selama 3 menit ke stoples A dan stoples B. 4) Siswa memasukkan termometer ke dalam kedua stoples tersebut. 5) siswa menutup stoples A dengan plastik, kemudian mengikatnya dengan karet gelang hingga rapat. 6) Siswa meletakkan stoples A dan Stoples B di bawah sinar matahari atau lampu. 7) Siswa mencatat suhu pada kedua stoples setiap 3 menit sekali, selam 15 menit. 8) Siswa membuat tabel dan memasukkan hasil pengamatannya ke dalam tabel. 9) Setelah 15 menit, siswa menjauhkan kedua stoples tersebut dari energi panas dan mengamati apa yang terjadi. 10) Dari data yang diperoleh siswa membuat grafik hubungan waktu dan suhu pada stoples A dan stoples B. Kemudian tiap kelompok melakukan diskusi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan Guru dan menyimpulkan hasil praktikum yang telah dilakukan serta menuliskannya dalam laporan praktikum.

Baca juga:  Asyik Belajar Sejarah Kebudayaan Islam dengan Team Quiz

Dengan melaksanakan praktikum pemodelan efek rumah kaca, siswa kelas VII SMPN 28 Semarang memperoleh gambaran yang jelas mengenai peristiwa efek rumah kaca. Sehingga lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca serta dampaknya terhadap pemanasan global dan perubahan iklim di bumi. Dengan pemahaman ini diharapkan siswa akan timbul rasa tanggungjawabnya dalam menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, sehingga dapat mengurangi terjadinya efek rumah kaca. (ipa2/ton)

Guru IPA SMPN 28 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya