alexametrics

Membentuk Kompetensi Keybording dengan Media Typing Master

Oleh : Drs. Tuhadi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengetik adalah pekerjaan yang terdapat pada semua bidang, baik itu organisasi swasta, organisasi pemerintah ataupun itu organisasi kepartaian maupun organisasi lain (Marimin, dkk. 2012: 1). Keterampilan mengetik sebagai salah satu keterampilan motorik dapat didefinisikan sebagai kemampuan pembelajar untuk mengunci informasi menjadi memori pada komputer dengan kerja keras dan penggunaan energi yang minimum (Lubbe, 2006:281).

Dalam kurikulum 2013 SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Kompetensi Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran pada Mata Pelajaran Teknologi Perkantoran kelas X semester 1, kompetensi cara mengoperasikan keyboarding dengan cepat dan tepat. Langkah –langkah pembelajaran keyboarding dengan typing master meliputi dua tahapan, yakni: Tahapan persiapan, meliputi menginstal program typing master dalam komputer, menyiapkan modul untuk proses pembelajaran. Tahapan pelaksanaan pembelajaran, meliputi aktivitas : Pertama, mengaktifkan program typing master, dilanjutkan menjelasan macam-macam user dalam program. Kedua, pembelajaran mengetik dengan user Touch Typing Course.

Baca juga:  Penerapan 5R/5S di SMK Permudah Lulusan Beradaptasi Budaya Kerja Industri

Ada tiga tahapan latihan mengetik yang pada dasarnya digunakan untuk melatih kecepatan dan ketepatan. Yakni, tes huruf baru (new keys). Pada awal pembelajaran ini siswa dilatih untuk mengusai tombol pangkal sepuluh jari difungsikan sesuai tugasnya masing-masing. Bagian dari tangan kiri, meliputi jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, ibu jari atu jempol. Bagian tangan kanan, meliputi jari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking dan ibu jari atau jempol. Tes kata (word drill), latihan tahap ini siswa diberi lembar kerja mengetik kata yang huruf-hurufnya harus dihasilkan dengan memfungsikan jari tangan kiri dan kanan secara seimbang, setiap satu kata diberi jarak spasi. Tes kalimat (sentence drill), pada latihan tahap ini siswa diberi lembar kerja untuk mengetik kalimat-kalimat yang merupakan gabungan mengetik kata demi kata yang dihasilkan dengan menekan tombol huruf, angka dan tanda baca. Tes paragraf (paragraph drill), pada tahap ini siswa diberi lembar kerja untuk berlatih mengetik beberapa kalimat menjadi satu paragraf. Melalui fasilitas Touch Typing Course siswa dapat melatih ketepatan mengetik dengan new keys drill dan word drill, sedangkan sentence drill dan paragraph drill dapat digunakan untuk melatih kecepatan sekaligus ketepatan. Waktu standar yang digunakan adalah 5 menit dan 10 menit.

Baca juga:  Cara Mudah Ujian atau Ulangan dengan WhatsApp Auto Response

Tahap kedua, setelah siswa berlatih menggunakan user Touch Typing Course, dilanjutkan pembelajaran dengan user Typing Test. User ini merupakan salah satu fasilitas latihan dalam typing master yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan mengetik teks berbahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Dari typing test tersebut, siswa dapat langsung melihat hasil (test results) secara otomatis setelah waktu yang disediakan habis. Siswa dapat langsung mencetak lengkap hasil tes (test results) tersebut yang memuat keterangan mengenai kecepatan, keakuratan/ketepatan, dan durasi waktu yang digunakan. Sebelum menggunakan fasilitas ini pengguna dapat memilih satuan ukuran kecepatan mengetik yaitu WPM (Words Per Minute) atau KPM (Keystrokes Per Minute). Pada tahap pembelajaran ini siswa diberi kesempatan berlatih, berulang-ulang sampai dapat meningkatkan kemampuan mengetik dengan tingkat kecepatan dan kecermatan sesuai target kurikulum.

Baca juga:  Meningkat Hasil Pembelajaran Perawatan Sistem Bahan Bakar Bensin melalui Picture and Picture

Tahap ketiga, evaluasi pelaksanaan pembelajaran. Guru mengevaluasi hasil praktik siswa pada setiap latihan secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga diperoleh data mengenai hasil kemajuan praktik siswa secara individu maupun hasil kemajuan praktik dalam satu kelas. Tahap keempat, refleksi pelaksanaan pembelajaran. Pada tahap ini siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat dan mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti pembelajaran praktik. Dari kesimpulan pendapat dan pengalaman siswa dapat digunakan untuk pertimbangan perbaikan pada proses pembelajarn praktik selanjutnya. (dd2/ton)

Guru Teknologi Perkantoran SMK Negeri 1 Pengasih Kulon Progo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya