alexametrics

Serunya Menulis Teks Editorial dengan Teknik 3P

Oleh : Wahyu Budi Nugroho, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu aspek penting dalam kegiatan pembelajaran adalah pemilihan metode yang tepat. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mengantarkan kegiatan pembelajaran pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat pula maka dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dapat disentuh dalam pembelajaran.

Terlebih saat pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 ini. Seorang guru agar berhasil menerapkan pembelajaran jarak jauh tentu harus mampu membawakan materi pembelajaran dengan efektif yaitu pembelajaran yang mampu meningkatkan minat dan motivasi peserta didik untuk belajar lebih giat dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik (Rahmawati dan Dwiana, 2020:36). Salah satu materi pembelajaran bahasa Indonesia kelas XII SMA adalah merancang teks editorial. Teks editorial atau tajuk rencana merupakan tulisan khas redaksi yang mencerminkan kepribadian surat kabar yang bersangkutan (Kusmayadi, 2020:23). Teks editorial ini bentuknya berupa opini yang lazim ditemukan pada surat kabar atau majalah.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Fisika dengan Microsoft Teams

Kendala yang sering dialami peserta didik ketika merancang teks editorial hingga menyusun menjadi teks yang utuh adalah kesulitan menuangkan gagasan dalam bentuk teks editorial. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemilihan metode atau teknik pembelajaran yang mambu mengatasi permasalahan yang dihadapi peserta didik.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dalam kegiatan pembelajaran merancang teks editorial di kelas XII SMA Negeri 1 Bobotsari, digunakanlah teknik 3P. Teknik 3P merupakan sebuah formula rancangan pembelajaran yang diadaptasi dari proses jurnalistik yang terdiri atas tahap peliputan, penulisan, dan penyuntingan (Fauziya dan Alfa, 2018:2).

Dengan penerapan teknik ini, peserta didik diajak untuk bermain peran menjadi seorang wartawan. Kegiatan pembelajaran diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata sehingga terciptalah kegiatan belajar yang bermakna.

Baca juga:  Meningkatkan Minat Siswa Bercerita melalui Teknik Copy The Master

Tahapan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik pada bagian inti pembelajaran adalah, peserta didik akan mendapatkan permasalahan yang menjadi tema tulisan yaitu seputar masalah yang muncul di masyarakat sebagai dampak pandemi Covid-19.

Narasumber adalah keluarga di rumah yang sudah bekerja dan terdampak oleh adanya pandemi. Selanjutnya peserta didik melaksanakan tahap peliputan untuk mencari berbagai sumber informasi untuk dikembangkan pada tahap penulisan. Setelah selesai menulis, maka peserta didik masuk tahap penyuntingan mandiri sebelum penyuntingan klasikal dengan ditukar bersama peserta didik lain.

Dengan penerapan teknik 3P (peliputan, penulisan, dan penyuntingan) ini, peserta didik belajar secara langsung menjadi seorang pencari berita yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teks editorial.

Baca juga:  Belajar Aksara Jawa melalui Surat Sahabat

Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menantang karena peserta didik harus mampu menggali informasi dari narasumber. Dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan mendapat sentuhan bersama dalam proses pembelajaran ini. (pm2/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya