alexametrics

Interaksi Edukasi Guru Tingkatkan Belajar Siswa

Oleh : Eka Suryani, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Interaksi edukatif yakni interaksi yang dengan sadar meletakkan tujuan untuk mengubah tingkah laku dan perbuatan seseorang. Interaksi diciptakan untuk mencapai tujuan tertentu yaitu meningkatkan dan mengubah peserta didik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Ketika siswa kelas VI SD Negeri Ringinputih 1 menjadi bosan karena pembelajaran dan nilai menurun menjadikan sebuah pertanyaan di benak guru. Apakah ada yang salah dengan pembelajaran yang dilakukan? Salah satunya adalah karena tidak adanya interaksi edukatif antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan untuk mengetahui siswa sedang memiliki masalah dalam belajarnya. Tujuannya adalah untuk memotivasi siswa untuk meningkatkan belajarnya.

Interaksi ini bisa dilakukan secara langsung ataupun secara daring. Jika dilakukan secara langsung kita mengetahui ekspresi wajah siswa dan bisa menilai tingkat kejujuran siswa. Jika dilakukan secara daring sebaiknya menggunakan video call yang kita bisa mengetahui ekspresi wajah siswa.

Baca juga:  Metode Project Based Learning Mudahkan Siswa Belajar Konsep Pasar

Dalam fatkhan.web.id, menurut Djamarah (2005:11) interaksi edukatif adalah suatu gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan. Proses interaksi edukatif adalah proses yang mengandung sejumlah norma.

Interaksi yang dimaksud bukan hanya memberikan pelajaran yang menjadikan kewajiban guru gugur. Namun interaksi yang dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa ada seseorang yang memperhatikan siswa di sekolah, serta interaksi berfungsi untuk mendidik siswa.

Interaksi akan diberikan guru ketika siswa kurang tepat dalam bertindak, bertingkah, berkata. Sikap yang ingin ditanamkan seperti kejujuran, ketaatan, kedisiplinan, kecermatan, kerapian, kebersihan, dan semua tentang kepribadian yang baik yang akan diciptakan guru terhadap siswanya. Sehingga menjadikan siswa nantinya menjadi siswa yang baik saat berada dalam tatanan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca juga:  Mudah Memahami Aksara Jawa Swara melalui Media Permainan Ular Tangga

Interaksi yang dilakukan guru dengan siswa kelas VI SD Negeri Ringinputih 1 adalah interaksi yang baik dan memanusiakan manusia. Tutur kata guru yang halus tidak hanya menghakimi siswa benar atau salah, pintar atau bodoh. Karena setiap siswa memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Guru berharap setelah adanya interaksi dalam pembelajaran siswa menjadi paham dengan pembelajaran. Jika anak tidak bisa mengikuti secara klasikal maka guru memberikan interaksi edukasi secara pribadi. Walaupun memakan waktu yang lama, siswa akan menjadi lebih dekat dengan guru dan lebih mudah menyerap apa yang dikatakana guru. Jika guru tidak mampu melaksanakan interaksi secara pribadi kepada salah satu siswa yang kurang paham terhadap pembelajaran, biasanya guru akan meminta bantuan siswa untuk berinteraksi membimbing siswa tersebut. Tujuannya adalah dengan tutor sebaya siswa dalam percakapan juga tidak kaku dan tidak takut mengungkapkan ide dan gagasannya walaupun salah atau benar.

Baca juga:  Manfaatkan Google Classroom untuk Literasi Digital dalam Pembelajaran Sejarah

Tujuan berikutnya guru melakukan interaksi edukasi adalah siswa juga tidak takut mengungkapkan ide dan gagasannya ketika hanya berhadapan dengan guru. Interaksi yang menyenangkan antara guru dan siswa akan menjadikan siswa dekat dengan guru. Apalagi bisa mendapat nilai yang bagus setelah interaksi edukasi berjalan dengan apik maka siswa akan semakin senang setiap hari bertemu dengan sang guru. (pm1/lis)

Guru Kelas SDN Ringinputih 1, Borobudur, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya