alexametrics

PJJ Efektif dengan Alur PEDATI pada Mapel Agribisnis Tanaman Hias

Oleh : Erni Widanarti, SP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Agribisnis Tanaman Hias (ATH) kelas XII di kompetensi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMKN 1 Ngablak Magelang dilaksanakan secara sinkron dan asinkron menggunakan alur PEDATI.

Sinkron artinya pembelajaran dilakukan pada waktu yang bersamaan melalui chatting atau video conference. Sedangkan asinkron artinya pembelajaran yang tidak terikat oleh ruang dan waktu, meliputi belajar mandiri dan belajar kolaboratif (sisschools.org. 2020).

PEDATI adalah kependekan dari PElajari – DAlami – Terapkan dan evaluasI, yang merupakan siklus alur pembelajaran yang ditawarkan dalam sistem pembelajaran blended. Desain pedati sama dengan desain sistem pembelajaran blended. Pedati sebagai desain pembelajaran menggambarkan suatu prosedur kerja yang sistematis dan logis, serta memiliki komponen yang jelas dan saling berhubungan (S Jultri, 2021).

Dimulai dari aktivitas pelajari, guru memberikan bahan ajar yang ditempatkan pada kelas maya Google Clasroom (GC). Bahan ajar disajikan dalam bentuk slide presentasi, video pembelajaran, media interaktif, atau modul teks yang dapat diunduh oleh peserta didik dan dapat dipelajari kapan saja dan dimana saja. Aktivitas pelajari pada GC dilakukan setelah guru membuka pembelajaran melalui grup WA sesuai jadwal mata pelajaran. Dilanjutkan menyapa dan memotivasi peserta didik, serta menyampaikan tujuan dan aktivitas pembelajaran.

Baca juga:  Lelang Tanaman Hias Tembus Rp 451 Juta

Pada aktivitas pedati ini, peserta didik belajar secara mandiri sesuai kondisi dan kecepatan belajar masing-masing. Walapun belajar secara mandiri, peserta didik dapat bertanya melalui grup WA mapel ATH atau menghubungi WA pribadi guru ketika menemui kesulitan dalam memahami materi. Respons dan bimbingan guru selama peserta didik belajar secara mandiri ini menjadi salah satu penentu keberhasilan peserta didik dalam menguasai materi dan menuntaskan aktivitasnya.
Pada aktivitas dalami, setelah peserta didik mempelajari materi di kelas maya, guru dan peserta didik melakukan diskusi maupun tanya jawab melalui grup WA. Biasanya guru melakukan aktivitas dalami ini di akhir kegiatan pembelajaran untuk mengecek proses belajar peserta didik. Adapun kegiatan tatap maya melalui aplikasi chatting atau video conference hanya sekali dilakukan.

Baca juga:  SOLE untuk Pembelajaran Cara Perkembangbiakan Tanaman

Pada aktivitas terapkan, peserta didik menerapkan apa yang telah dipelajari dengan mengerjakan tugas atau melakukan praktik sesuai panduan jobsheet yang diunggah pada GC. Agribisnis tanaman hias merupakan mata pelajaran produktif pada kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, sehingga selain memahami konsep secara kognitif, peserta didik harus dapat mempraktikkan keterampilan sesuai kompetensi dasar yang telah disusun.

Yang menarik adalah hasil tugas dan praktik peserta didik, selain dikumpulkan ke GC, juga diunggah ke media sosial masing-masing seperti Instagram atau Facebook. Dengan demikian, peserta didik banyak mengunggah konten positif dan bermanfaat, serta dapat mengedukasi dan menginspirasi orang lain untuk lebih mengetahui tentang Agribisnis Tanaman Hias.

Pada alur terakhir yaitu evaluasi, peserta didik mengerjakan asesmen dalam bentuk tes objektif seperti pilihan ganda dan esai. Evaluasi dibuat dengan tes online yang menarik sehingga peserta didik antusias mengerjakan, yaitu dengan aplikasi Google Form.

Baca juga:  Leap-Telkom Digital Hadirkan Agree, Dukung Digitalisasi Pertanian PMO Kopi Nusantara BUMN

Dengan model alur pedati yang di dalamnya terdapat interaksi antara aktivitas dan media, maka pembelajaran jarak jauh mata pelajaran ATH berjalan dengan efektif dan menyenangkan. Alur tersebut memudahkan guru untuk membimbing peserta didik menguasai konsep dan terampil dalam praktik. Peserta didik pun dapat memahami materi yang disampaikan guru. Dibuktikan dengan tuntasnya penugasan dan praktik di masing-masing kompetensi dasar, serta kesan yang dituliskan pada bagian refleksi pembelajaran. Sembilan puluh persen peserta didik di SMKN 1 Ngablak telah memiliki gawai sendiri, sehingga pembelajaran jarak jauh dapat berjalan cukup lancar.

Hambatan yang kadang ditemui dalam pelaksanaan pembelajaran adalah tidak adanya kuota internet dan lemahnya jaringan di area tempat tinggal peserta didik. (pm2/lis)

Guru Produktif SMK Negeri 1 Ngablak, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya