alexametrics

Audio Visual Tingkatkan Minat Belajar Aksara Jawa

Oleh : Budi Wiyoto Baktiyono, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar di rumah (BDR) adalah sistem yang diberlakukan Pemerintah Indonesia dalam dunia pendidikan saat ini, bukan tanpa alasan. Semuanya dilakukan salah satu upaya untuk memutus wabah mata rantai Covid-19. Mengajar di tengah pandemi memang bukanlah hal yang mudah, salah satunya pelajaran Bahasa Jawa. Bahasa Jawa menjadi salah satu pelajaran yang dianggap sulit. Contohnya pada kelas 8 semester ganjil dalam kompetensi dasar mengalih aksarakan serat Wulangreh Pupuh Gambuh satu pada (bait) dari huruf Latin ke huruf Jawa di SMP Negeri 3 Kedu.

Berbicara bab aksara Jawa, adalah bab yang mungkin kurang diminati karena dianggap kurang mengikuti perkembangan zaman. Jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kurang familiar bagi siswa. Kesulitan kini diperparah dengan adanya sistem PJJ atau BDR, yang secara nyata memaksa anak untuk belajar mandiri di rumah.

Semakin melemahnya minat belajar dan merosotnya pemahaman tentang aksara Jawa pada kelas 7 semester 2 di SMP Negeri 3 Kedu terlihat dalam pencapaian nilai tugas yang jelek. Serta banyaknya anak yang mengeluh tidak bisa mengerjakan tugas walau sudah mencoba berkali-kali.

Baca juga:  Menulis Descriptive Text dengan Bantuan Mind Mapping

Melihat kondisi tersebut guru dituntut berpikir kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran secara PJJ atau BDR sehingga materi tetap tersampaikan dan dapat diterima oleh siswa. Salah satunya dengan mengembangkan media pembelajaran.

Media pembelajaran menurut Latuheru (1988: 14) adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dengan maksud menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini anak didik atau warga belajar). Guna menyampaikan materi mengalih aksarakan huruf Latin ke Jawa diperlukan banyak latihan dan contoh, untuk itu guru membuat media audio visual.

Menurut Anderson (1994:99), media audio visual merupakan rangkaian gambar elektronis yang disertai oleh unsur suara audio juga mempunyai unsur gambar yang dituangkan melalui pita video. Rangkaian gambar elektronis tersebut kemudian diputar dengan suatu alat yaitu video cassette recorder atau video player. Sedangkan Barbabara (Miarso, 1994: 41) mengemukakan media audio visual adalah cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio visual.

Baca juga:  Metode Estafet Writing Tingkatkan Minat Menulis Recount Text

Audia visual dibuat sebagai alat bantu anak untuk memahami aksara Jawa dari aksara legana, sandangan dan penerapan pasangan. Dalam audia visual guru juga secara langsung memberikan materi tentang aksara Jawa serta memberi contoh secara bertahap dari menulis kata, kalimat dan sebuah paragraf. Proses KBM dengan media audio visual pertama guru menyampaikan informasi kompetensi, materi, tujuan, dan langkah pembelajaran. Kedua anak diberi media audio visual yang telah dibuat guru. Selanjutnya dari media tersebut anak bisa melihat dan mendengarkan serta mengikuti guru dalam berlatih menulis aksara Jawa layaknya saat pelajaran tatap muka.

Tingkat pemahaman anak berbeda-beda ada yang sekali melihat dan mengikuti bisa langsung mengerti, tetapi saat anak merasa kurang jelas, media audio visual bisa diulang dan diputar kembali. Dengan media audio visual yang dibuat guru nampaknya mempermudah pemahan anak dalam belajar aksara Jawa dibanding hanya sekadar diberi tugas membaca dan berlatih sendiri.

Baca juga:  Metode Gamifikasi Efektif untuk Mengenali Negara-Negara ASEAN

Karena guru sebagai model dalam audia visual tersebut maka anak juga antusias dalam belajar aksara Jawa dan diimbangi dengan peningkatan hasil belajar. Terbukti dengan meningkatnya nilai capaian saat mengumpulkan tugas mandiri serta komentar siswa kelas 7 semester 2 di SMP Negeri 3 Kedu yang merasa sangat terbantu dengan adanya media audio visual yang dibuat guru. (pm2/lis)

Guru SMPN 3 Kedu, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya