alexametrics

Metode Kooperatif Tipe Stad Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TUJUAN mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital yaitu agar siswa dapat menggunakan perangkat digital secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, memecahkan masalah, eksplor, dan komunikasi konsep, pengetahuan dan operasi dasar. Pengelolaan informasi untuk produktivitas mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN Negeri 1 Petarukan khususnya kelas X TPMI 1, masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital meskipun pembelajaran sudah berorientasi pada siswa, aktivitas belajar siswa belum maksimal karena didapati banyak siswa yang masih pasif.

Dalam kegiatan belajar- mengajar, hanya sedikit siswa yang beradaptasi aktif seperti bertanya ataupun mengajukan pendapat. Siswa juga cenderung kurang melakukan interaksi aktif dengan guru dan siswa lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif, dan sebagian besar masih menggunakan metode ceramah. Guru jarang menggunakan metode dan model pembelajaran yang bervariasi, sehingga mengakibatkan siswa cenderung malas untuk aktif mencari sumber belajar lainnya dan malas mengeksplorasi materi yang diperoleh.

Baca juga:  Matematika Membuat Alam Menjadi Indah

Kegiatan belajar seperti itu akhirnya membuat suasana pembelajaran menjadi kurang menarik dan membosankan. Pembelajaran yang membosankan tentunya tidak dapat membantu siswa dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Dilihat dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti saat proses pembelajaran berlangsung sebenarnya siswa memiliki potensi untuk berperan aktif dalam pembelajaran seperti bertanya kepada guru, mengemukakan pendapat, berbicara dan menerangkan materi di depan kelas, hanya saja siswa tidak memiliki kesempatan dikarenakan guru menggunakan model pembelajaran ceramah. Selain itu, diperoleh pula data hasil ulangan harian siswa yang kurang memuaskan, hampir setengah dari jumlah siswa belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Simulasi dan komunikasi Digital yaitu 75.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, peneliti menggunakan metode Kooperatif tipe STAD, di mana siswa dituntut saling membantu untuk memahami materi. Siswa yang belum paham akan diajari oleh siswa yang sudah paham dalam satu kelompoknya. Pembelajaran STAD akan membuat pembelajaran menjadi aktif. Siswa yang tadinya tidak mau bertanya karena takut atau malu dan belum paham akan bertanya kepada temannya yang sudah paham,dan sebaliknya siswa yang ditanya akan mengajari siswa yang belum paham. Jadi siswa akan lebih mudah dalam menyerap materi pelajaran dan hal tersebut akan berdampak pada hasil belajarnya, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditargetkan dapat tercapai.

Baca juga:  Pembelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Asyik melalui Praktik di Lingkungan Sekolah

Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman- temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin, 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Metode kooperatif Tipe STAD merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang diterapkan untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen. Di mana model ini di pandang sebagai motode yang paling sederhana dan langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif.

Motode ini paling awal ditemukan dan dikembangkan oleh para peneliti pendidikan di John. Hopkins Universitas Amerika Serikat dengan menyediakan suatu bentuk belajar kooperatif. Di dalamnya siswa diberi kesempatan untuk melakukan kolaborasi dan kolaborasi dengan teman sebaya dalam bentuk diskusi kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan. Dalam model pembelajaran ini, masing- masing kelompok beranggotakan 4-5 orang yang dibentuk dari anggota yang heterogen terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai suku, yang memiliki kemapuan tinggi, sedang dan rendah. Jadi model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran yang berguna untuk menumbuhkan kemapuan kerjasama, kreatif, berpikir kritis da nada kemampuan untuk membantu teman serta merupakan pembelajaran kooperatif yang sangat sederhana.

Baca juga:  Belajar Materi Pola-Pola Hereditas dengan Media Kartu Persilangan

Besaran peningkatan hasil belajar siswa kelas X TMI-1 SMK Negeri 1 Petarukan dengan metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital SMK Negeri 1 Petarukan siswa kelas X TMI-1. Peningkatan dari putaran (I) 15 siswa atau 53% hingga putaran (II) mencapai 21 siswa atau 90% yang mencapai nilai ketuntasan minimal.

Berdasarkan penjelasan di atas, metode kooperatif tipe STAD terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Kompetensi Dasar : “Menggunakan fitur untuk pembelajaran kolaboratif daring (kelas maya)” bagi siswa. (gb1/zal)

Guru SMKN 1 Petarukan, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya