alexametrics

Kartu Pintar Tingkatkan Motivasi Siswa Menghafal Surah-Surah Pendek

Oleh: Sai’in, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan dalam kurikulum sekolah mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Legalitas tersebut tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 30 dikatakan : Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya. Sama halnya dengan proses pembelajaran mata pelajaran yang lain, pembelajaran agama haruslah bermakna bagi siswa, karena dengan pembelajaran bermakna akan mempu mengembangkan kemampuan siswa dalam tahap kognitif, afektif maupun psikomotorik.
Salah satu peran yang dimiliki oleh seorang guru untuk melalui tahap-tahap tersebut adalah sebagai fasilitator. Untuk menjadi fasilitator yang baik guru harus berupaya dengan optimal mempersiapkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karateristik peserta didik, demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Inquiry

Kegiatan belajar mengajar harus memberikan perubahan pada diri peserta didik yang terjadi akibat hasil pengalaman yang diperoleh dan berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk itu guru selalu berupaya untuk menyiapkan proses pembelajaran dengan berbagai strategi, metode, media dan teknik tertentu agar pembelajaran tetap bermakna.

Pembelajaran tentang surah-surah pendek bagi siswa masih dianggap sulit karena harus menghafal yang harus membutuhkan waktu khusus dan lama. Anggapan inilah yang menjadi refleksi pembelajaran, sehingga guru memutuskan untuk menggunakan media kartu pintar untuk meningkatkan motivasi belajar tentang menghafal surah-surath pendek pada siswa kelas V SD Negeri 1 Montongsari, Kecamatan Weleri.

Selaras dengan pendapat dari Mashuri (2019) mengatakan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang berfungsi sebagai penyalur pesan/informasi yang dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa. Sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.

Baca juga:  Belajar Descriptive Text Lebih Bermakna dengan Quizizz

Kartu pintar merupakan suatu media yang efektif membuat variasi suasana pola diskusi atau kerja sama dalam kelompok karena siswa lebih banyak waktu untuk berpikir, merespons dan saling membantu.

Dalam pembelajaran guru memberikan pemahaman materi kepada siswa. Pembelajaran melibatkan siswa dalam kelompok yang terdiri dari kurang lebih empat siswa dengan kemampuan dan latar belakang sosial yang berbeda-beda pula. Siswa dibekali dengan keterampilan khusus untuk membantu mereka belajar bekerja sama dengan siswa lain. Penerapan pembelajaran dengan kartu pintar dimulai dengan mengenalkan cara membuat kartu dengan menggunakan kertas tebal atau karton. Kartu ini dibuat semirip mungkin dengan kartu permainan. Setiap kartu berisi satu ayat dari materi surat pendek. Semua siswa dalam kelompok diharapkan menguasai satu kartu dengan baik.

Siswa membacakan kartu yang dikuasi, disusul siswa lain yang mempunyai kartu yang bertuliskan ayat selanjutnya sampai selesai dalam kelompok. Permainan dalam menggunakan kartu pintar ini sebagai rangsangan agar kegiatan menjadi menarik perhatian dan menyenangkan. Saling berlomba untuk mendapatkan skor yang tinggi dalam kelompok, sehingga siswa lebih mudah untuk diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran
Pada akhir pembelajaran guru meminta setiap kelompok untuk mempresentaskan karya kartu pintar dan hasil belajarnya. Hasil pembelajaran menunjukkan adanya perkembangan motivasi belajar siswa tentang menghafal surah-surah pendek melalui kartu pintar.
Pembelajaran menggunakan kartu pintar dapat dilakukan secara daring maupun luring karena siswa diberi kesempatan bekerja sama dengan siswa lain sesuai kreativitasnya. Dengan kartu pintar siswa lebih mudah mengasah daya ingatnya terhadap materi karena kartu pintar ini berisi informasi yang mudah untuk dipahami. (ips1/lis)

Baca juga:  Menjadi Master Chef dalam Pembelajaran Procedure Text

Guru SDN 1 Montongsari, Kec. Weleri, Kabupaten Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya