alexametrics

Film Dokumenter Tingkatkan PJJ Materi Peristiwa Rengasdengklok

Oleh : Setyaningrum, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 yang melanda dunia menimbulkan dampak di berbagai sektor kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan pembelajaran di seluruh Indonesia yang semula melalui tatap muka antara pendidik dan peserta didik di sekolah sekarang berlangsung di dunia maya atau melalui jaringan internet yang dikenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Termasuk di SMP Negeri 3 Kendal.

Pembelajaran jarak jauh atau daring (online) di SMP Negeri 3 Kendal menggunakan aplikasi google classroom, google drive, google form, whatsapp group baik dalam penyampaian materi, pemberian tugas maupun dalam berkomunikasi dengan peserta didik.

Setahun berlalu pandemi Covid-19 belum berakhir. Pembelajaran jarak jauh masih tetap dilakukan, kebosanan sudah melanda peserta didik, pendidik, maupun orang tua. Materi dan tugas yang diberikan oleh pendidik, tidak direspons oleh peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari ketidakaktifan peserta didik dalam pembelajaran dalam membuat maupun mengumpulkan tugas, salah satunya mata pelajaran IPS.

Baca juga:  Konseling Tatap Muka Penting dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari empat mata pelajaran yaitu geografi, ekonomi, sosiologi dan sejarah. Materi yang sangat luas terkadang membuat peserta didik cenderung bosan dan tidak mengerti.

Apalagi IPS sejarah yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu, cenderung membuat peserta didik bosan dan tidak fokus dengan pembelajaran. Bahkan menganggap belajar IPS terutama sejarah adalah hafalan tahun-tahun dan peristiwa yang terpendam di masa lalu yang diannggap tidak penting. Seperti materi peristiwa Rengasdengkok kelas IX semester 2 kurang diminati siswa. Sehingga berdampak pada hasil pembelajaran yang masih rendah apalagi pada pembelajaran jarak jauh.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pendidik harus pandai memilih model pembelajaran maupun media pembelajaran yang tepat, menyenangkan. Bahkan membangkitkan minat belajar peserta didik untuk berfikir kritis dan inovatif pada pembelajaran jarak jauh. Salah satu media yang diterapkan di SMP Negeri 3 Kendal untuk materi peristiwa Rengasdengklok di kelas IX semester 2, penulis menggunakan media film dokumenter.

Baca juga:  Mengembangkan Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Role Play

Film dokumenter pertama kali diciptakan oleh John Gierson yang mendefinisikan bahwa film dokumenter adalah karya cipta mengarah kanyataan (creative treatment of actuality) yang merupakan kenyataan-kenyatan yang menginterprestasikan kenyataan. Titik fokus dari film dokumenter adalah fakta atau peristiwa yang terjadi, Menurut Himawan Pratista (2008: 4) kunci utama dari film dokumenter adalah penyajian fakta, film dokumenter berhubungan dengan orang-orang, tokoh, peristiwa, dan lokasi yang nyata.

Film dokumenter tidak menciptakan suatu peristiwa atau kejadian namun merekam peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi atau otentik. Dalam film dokumenter, genre sejarah menjadi salah satu yang sangat kental aspek referential meaning-nya (makna yang sangat bergantung pada referensi peristiwanya) sebab keakuratan data sangat dijaga dan hampir tidak boleh ada yang salah. Baik pemaparan datanya maupun penafsirannya. Film dokumenter jenis ini biasanya menjadi acuan tambahan untuk anak-anak sekolah yang kurang berminat membaca ulang buku sejarah.

Baca juga:  Komunikasi dengan Orang Tua Siswa Jadikan Pembelajaran PABP Efektif

Adapun langkah-langkahnya adalah memberikan informasi pembelajaran melalui whatsapp group, bahwa materi pembelajaran peristiwa Rengasdengkok akan ditayangkan film dokumenter tentang Peristiwa Rengasdengkok yang akan diposting di google classroom. Peserta didik diharuskan absensi melalui whatsapp group. Kemudian membuka google classroom untuk menyaksikan film dokumenter. Setelah selesai pemberian tugas melalui google classroom dengan batas waktu dua hari setelah pertemuan pembelajaran jarak jauh.

Ternyata minat peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh meningkat. Hal ini terbukti dari jumlah peserta didik yang mengirim tugas juga meningkat. Sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar IPS materi Peristiwa Rengasdengkok kelas IX semester 2 di SMP Negeri 3 Kendal. Selain untuk meningkat minat belajar film dokumenter juga dapat membangkitkan sikap nasionalisme pada peserta didik. (ips1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 3 Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya