alexametrics

Diagram Frayer Mudahkan Siswa Menggali Informasi Teks Bacaan

Oleh: Partini, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran jarak jauh tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring masih memiliki berbagai keterbatasan sarana dan prasarana baik berupa handphone maupun jaringan bagi peserta didik, serta kemampuan yang masih terbatas dalam pemanfaatan teknologi. Meskipun demikian pelaksanaan pembelajaran daring harus tetap diupayakan berjalan agar proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik dapat tersampaikan dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan sudah melakukan berbagai upaya untuk dapat melakukan proses pembelajaran seperti menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui media Group Whatsapp, Google Classroom, Moodle, dan aplikasi belajar online lainnya. Untuk pembelajaran secara sinkronus guru juga memanfaatkan media Google Meet, Zoom Cloud Meeting, Cisco Webex dan lain sebagainya. Meskipun teknologi menjadi tulung punggung, tetapi konten pembelajaran menjadi hal yang paling utama. Di samping itu, tidak kalah pentingnya penunjang pemahaman bacaan harus dimiliki siswa yaitu literasi membaca. Dengan literasi membaca, informasi yang sudah didapat sebelumnya dapat dikembangkan dengan informasi baru. Sesuai dengan pendapat Richards (2002:289) bahwa literasi membaca adalah membaca teks bacaan dan memahami isi bacaan tentang apa yang disebutkan di dalam teks secara tersurat. Sehingga literasi membaca merupakan tolak ukur untuk mengetahui seberapa pentingnya untuk kegiatan membaca siswa terhadap pemahaman bacaan.

Baca juga:  Belajar IPA Sistem Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19

Upaya yang sudah dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi membaca adalah dengan menggali informasi dari suatu teks bacaan. Kemampuan membaca teknik maupuan pemahaman harus tercipta dengan baik sehingga guru harus benar-benar kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Menggali informasi penting bagi sebagian besar siswa kelas V SDN 3 Manggungsari Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal masih dianggap sulit. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ketuntasan belajar yang masih rendah. Untuk meningkatkan ketrampilannya, guru telah mendesain aktivitas pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan, yaitu dengan menggunakan diagram frayer pada pembelajaran tentang menggali informasi penting dalam suatu teks bacaan.

Diagram Frayer merupakan sebuah diagram yang bertujuan untuk mempermudah penyampaian sebuah informasi. Di awal pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan, “Bagaimana cara menggali informasi penting yang terdapat dalam bacaan tersebut?” Jawaban siswa sangat beragam. Ada yang menulis dengan meringkas kalimat, mencari ide pokok, membaca teks dengan teliti, dan ada juga yang menulis dengan menyimpulkan kalimat tersebut. Selanjutnya guru memperkenalkan tentang diagram frayer kepada siswa melalui Whatsapp group kelas. Guru membimbing siswa dengan langkah-langkah yang mudah untuk dilakukan. Terlebih dahulu siswa menggambar diagram frayer dengan alat bantu yang mudah didapat yaitu bolpoin atau pensil warna, kertas warna atau kertas HVS, dan penggaris. Sebelum menggambar diagram guru bersama siswa menentukan judul bacaan yang sudah disepakati bersama yang akan diangkat dan dianalisis dalam diagram tersebut, dan format diagram dibuat sesuai dengan kebutuhan. Format yang harus dibuat adalah kotak pembahasan yang berada sempurna ditengah diagram yang berbentuk bulat atau kotak. Selanjutnya kotak Adik Simba (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana) yang terletak mengelilingi kotak pembahasan. Tidak hanya itu, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreativtas dalam membuat diagram frayer sesuai dengan kemampuan masing-masing. Siswa dengan dibantu orang tua menuliskan kalimat dengan kata tanya yang ada dalam kotak tersebut.

Baca juga:  Meningkatkan Kebiasaan Belajar dengan Layanan BK Teknik Diskusi

Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa untuk mempresentasikan dan mengirimkan karya yang dibuatnya melalui Whatsapp group. Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa kreativitas siswa menjadi berkembang dan terarah dalam menyajikan kalimat dengan kata tanya yang sudah ditentukan. Dalam refleksi akhir pembelajaran, diagram frayer ternyata memudahkan siswa untuk menggali informasi dari teks bacaan. (ips1/ton)

Guru SD Negeri 3 Manggungsari, Kec. Weleri, Kab. Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya