alexametrics

Tadabbur Alam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Oleh : Dra. Sri Istiqomah, M.S.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, mulai dari bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum, pemilihan metode yang tepat dan media yang mendukung. Namun pada praktiknya penerapan proses belajar mengajar masih banyak mengalami kendala dan masalah, masih banyak guru yang kurang mendorong pada pencapaian kemampuan berpikir kritis. Hal ini di karenakan kurangnya persiapan dalam pembelajaran, minim reverensi, tidak punya kreativitas dan inisitif.

Agar pembelajaran mampu menjadikan siswa berpikir kritis, seorang guru harus mampu menciptakan kegiatan yang beragam dan suasana belajar yang menyenangkan. Sehingga siswa memusatkan perhatian secara penuh. Di antara kegiatan pembelajaran yang menyenangkan adalah tadabur alam.

Tadabur alam adalah sebuah kegiatan belajar mengenal alam secara langsung dengan melalui pendengaran maupun penglihatan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tadabbur berarti merenungkan. Sedangkan alam adalah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan), segala sesuatu yang ada dalam satu lingkungan. Dengan demikian, tadabbur alam adalah sebuah proses untuk merenungi dan menghayati segala ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi, yang bertujuan untuk lebih mengenal alam, lebih dekat dengan alam, sehingga bisa menjaga dan melestarikan keberadaannya diharapkan mampu mengambil hikmah terhadap ciptaan Allah yang ada pada alam semesta.

Baca juga:  PJJ Bahasa Inggris Efektif dan Menarik melalui TEAMS

Langkah-langkah pembelajaran dengan tadabur alam yang penulis lakukan di SMAN 7 Semarang dalam kompetensi dasar menganalisis dan mengevaluasi makna Q.S. Ali Imran/3 : 190-191, serta Hadis tentang berpikir kritis adalah Pertama, guru membentuk kelompok yang anggotanya 2-4 orang secara heterogen, Kedua Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk mengamati alam sekitar (tafakkur) di lingkungan sekolah tentang ciptaan Allah (baik makhluk hidup maupun benda mati) selama kurang lebih 45 menit. setiap kelompok mengambil gambar foto/video dari alam sekitar yang menjadi bahan diskusi serta mencatat hikmah di balik penciptaan makhluk tersebut, Ketiga, Setiap kelompok mendiskusikan inti dari pengamatan alam dan keterkaitan antara ciptaan Allah dengan topik pembelajaran. Kemudian masing-masing kelompok menyerahkan tugasnya kepada guru, Keempat, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pengamatanya terhadap mahkluk ciptaan Allah kelompok lain ikut mencermati dan memberikan respon terhadap hasil paparan tersebut, Kelima,guru memberikan prestasi atau penghargaan kepada siswa yang hasil pengamatanya paling bagus, keenam, memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan setiap kelompok tentang berpikir kritis (tafakkur) berdasarkan buku teks atau sumber lain yang relevan.

Baca juga:  Inspirasi Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Lagu Manca

Metode ini mempunyai beberapa kelebihan antara menciptakan suasana mengajar yang menyenangkan karena siswa dapat secara langsung melihat alam semesta. Atmosfer belajar yang tidak menegangkan, komunikasi antara guru dan siswa juga hangat dan mementingkan pada keaktifan siswa. Siswa dikenalkan pada alam dan diberi pengetahuan ciptaan-ciptaan Allah. Kemudian ditanamkan pemahaman, siapa yang menciptakan alam tersebut dan tindakan yang tepat terhadap alam beserta isinya.

Melalui metode Tadabur alam ini, penulis menyimpulkan bahwa peserta didik merasa lebih mudah meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap segala sesuatu yang ada di lingkungannya, lebih mudah dalam pembentukan kecerdasan spiritual dan kecintaan pada alam. Lebih mudah mendekatkan dan mengenalkan manusia kepada Sang Pencipta lewat upaya pengamatan terhadap apa-apa yang diciptakan-Nya termasuk keindahan lingkungan alam sekitar. Dengan metode tadabur alam akan semakin meningkatkan rasa syukur atas nikmat dan anugrah Allah melalui keindahan alam, lebih jauh Jika kita berada ditengah-tengah alam yang maha luas maka akan semakin merasa kecil diri ini, sehingga sedikit akan mengurangi kesombongan kita. (lbs1/ton)

Baca juga:  “Ko-Vid” Sahabat Belajar Tembang Jawa

Guru SMA Negeri 7 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya