alexametrics

Discovery Learning Tingkatkan Menulis Teks Descriptive

Oleh : Siti Khairiyah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta kondisi lingkungan, kebudayaan, dan perkembangan keterampilan siswa merupakan hal utama yang memicu munculnya permasalahan dalam bidang pendidikan. Permasalahan tersebut banyak muncul di berbagai bidang studi termasuk dalam bidang studi bahasa Inggris.
Menulis merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang digunakan oleh seseorang untuk berkomunikasi tidak langsung atau tanpa tatap muka dengan menggunakan tulisan.

Salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa kelas VII dalam Kurikulum 2013 adalah memproduksi teks deskripsi secara tertulis. Tetapi kenyataan di lapangan banyak kendala. Kendala yang dihadapi siswa untuk bisa menulis teks deskripsi kendala tersebut adalah rendahnya kompetensi keterampilan menulis siswa terutama penguasaan kosakata bahasa Inggris.

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih belum maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari cara penyampaian materi ajar yang dilakukan oleh guru masih belum maksimal.

Saat proses pembelajaran menulis teks deskripsi secara tertulis berlangsung sebagian besar siswa mengalami kesulitan ketika mencari dan menentukan bahan untuk menulis teks deskripsi.

Baca juga:  Tutor Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Limit Fungsi Masa Covid-19

Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang muncul dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menerapkan metode discovery learning. Metode pembelajaran discovery learning adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan sebagian atau seluruhnya ditentukan sendiri.

Terdapat dua cara dalam pembelajaran penemuan (discovery learning) yang pertama pembelajaran penemuan bebas (free discovery learning) yakni pembelajaran penemuan tanpa adanya petunjuk atau arahan yang kedua pembelajaran penemuan terbimbing pembelajaran (guided discovery). Yakni pembelajaran yang membutuhkan peran guru sebagai fasilitas dalam proses pembelajarannya.

Dalam pelaksanaannya pembelajaran penemuan terbimbing banyak diterapkan. Karena dengan petunjuk guru siswa akan bekerja lebih terarah dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Petunjuk dalam merencanakan dan menyiapkan pembelajaran penemuan terbimbing dalam discovery learning sebagai berikut : pertama menentukan tujuan yang akan dipelajari siswa. Kedua memilih metode yang sesuia dengan kegiatan penemuan, ketiga menentukan lembar data untuk siswa. Keempat menyiapkan alat dan bahan secara lengkap. Kelima menentukan apakah siswa bekerja secara individu atau kelompok.

Baca juga:  Menulis Deskriptif Bahasa Inggris dengan Strategi Picture Word Inductive

Keenam mencoba terlebih dahulu kegiatan yang akan dilakukan siswa. Untuk mencapai tujuan diatas guru membantu siswa untuk memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan. Memeriksa bahwa semua siswa memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan. Menjelaskan pada siswa cara bekerja yang aman, mengamati setiap siswa selama mereka melakukan kegiatan, memberikan kesimpulan.

Langkah-langkah pembelajaran discovery learning: pertama simulation (memberi stimulasi). Guru memberikan stimulan dapat berupa bacaan atau gambar, atau situasi sesuai dengan materi pembelajaran/topik atau tema yang akan dibahas. Sehingga peserta didik dapat mendapatkan pengalaman belajar mengamati pengetahuan konseptual melalui kegiatan membaca mengamati situasi atau melihat gambar.

Kedua problem statement ( mengidentifikasi masalah). Peserta didik diharuskan menemukan permasalahan yang dihadapi. Sehingga pada kegiatan ini peserta didik diberikan pengalaman menanya mencari informasi dan merumuskan masalah.
Ketiga data collecting (mengumpulkan data). Peserta didik diberikan pengalaman mencari dan mengumpulkan data /informasi yang dapat digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang dihadapi.

Baca juga:  Strategi Pembelajaran IPS di Era Covid-19

Keempat data processing (mengolah data). Peserta didik dilatih untuk mencoba mengeksplorasi pengetahuan konseptual untuk diaplikasikan pada materi kehidupan nyata.

Kelima verification (menyerifikasi). Tahapan ini mengarahkan peserta didik untuk mengecek kebenaran antara lain bertanya kepada teman, berdiskusi, atau mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media.

Metode discovery learning membuat siswa aktif dalam kegiatan belajar, siswa memahami benar bahan pelajarannya sebab mengalami sendiri. Proses menemukanya menemukan sendiri bisa menimbulkan rasa puas.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran merupakan satu kesatuan dari penerapan suatu pendekatan metode dan teknik pembelajaran. (bs1/lis)

Guru SMPN 2 Salatiga.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya