alexametrics

Menumbuhkan Jiwa Wirausaha yang Empati pada Lingkungan

Oleh: Hartiyati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada waktu siswa melakukan pembelajaran praktik membuat busana, tentu saja banyak potongan-potongan kain yang sudah tidak digunakan, menjadi limbah kain. Limbah kain yang dibuang di tanah tentu lama-lama dapat menimbulkan pencemaran lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang tercemar akan menimbulkan berbagai penyakit yang mengakibatkan kerugian kesehatan penduduk.

Untuk memanfaatkan limbah kain menjadi barang yang bermanfaat dapat diolah dengan cara yang sederhana. Kiat-kiat untuk mendesain (merancang ) limbah kain diperlukan kreatifitas, ketelitian, ketekunan dan ketrampilan dasar menjahit. Upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneur) pada peserta didik harus dilakukan agar menjadi insan yang produktif.
Entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Memiliki nilai tambah memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya bermanfaat untuk orang lain (Edy Suryanto Sugito, 2014: 26).

Sejalan dengan pendapat tersebut pada program keahlian Tata Busana SMK Negeri 1 Pengasih, praktik mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada kompetensi membuat produk berupaya mengolah limbah kain dari praktik membut busana untuk menjadi produk kerajinan kain perca.

Baca juga:  UKK Membuat Siswa Lebih Percaya Diri di DUDIKA

Sebelum membuat produk kerajinan dari kain perca terlebih dahulu siswa diberi arahan memilah terlebih dahulu, kain perca berdasarkan warna, motif, maupun bahan kain. Misalnya ingin membuat kerajinan dari kain perca dengan tema berwarna merah. Atau, kita ingin membuat selimut dari kain perca yang harus kita sesuaikan dengan mengumpulkan kain perca berbahan lembut dan tidak panas.

Bentuk (style) kerajinan dari kain perca yang akan dibuat, juga perlu dipertimbangkan. Apakah siswa ada yang menyukai hal-hal detail sehingga masih menggunakan kain perca berukuran kecil atau tidak. Kalau ingin membuat kerajinan dengan kain perca berukuran kecil, tentu akan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Produk kerajinan kain perca yang dapat dihasilkan di antaranya tas dari kain perca, bahan-bahan yang kain perca motif dan polos, busa angin tipis untuk bagian dalam, benang jahit, ritsleting, hiasan atau aksesori tas.

Baca juga:  Integrasi Konsep Aljabar dengan Alquran

Proses pembuatannya cukup sederhana. Pertama siswa diminta membuat pola tas tangan di atas selembar kertas, memotong kain perca agar memiliki ukuran yang sama, dan menyatukan kain tadi dengan dijahit. Setelah kain perca bersatu menjadi sebuah lembaran yang lebar, kini gunting kain mengikuti pola yang telah dibuat. Lebihkan sekitar dua cm dari ukuran pola sebagai lipatan, berikan busa angin di atas kain, dan jahitlah pada bagian sisi-sisinya. Buatlah tali pegangan tas dari kain perca dan sesuaikan dengan pola yang dibuat. Tambahkan lapisan dengan busa angin kemudian jahit dan pasangkan pada tas, pasang ritsleting dan hiasan tas untuk mempercantik tas, tas sudah jadi dan siap digunakan.

Baca juga:  Pembelajaran Jarak Jauh dengan Aplikasi Zoom Meeting di Masa New Normal

Sebelum produk tas ini ditawarkan kepada pelanggan, terlebih dahulu dilakukan pengecekan produk (finishing), dari kerapian jahitan, tata letak aksesori. Apabila produk sudah sesuai rancangan, dapat dimulai menawarakan kepada konsumen secara offline atau online.

Produk tas yang dipesan konsumen secara offline atau online, pengiriman ke alamat pemesan produk harus dilakukan pengemasan. Pengemasan bertujuan agar produk tas yang dikirim tidak mudah rusak atau terjaga kualitasnya. Selain membuat produk tas, ada produk lainnya yaitu alas piring, cempal alas panci panas, celemek dan keset.

Menumbuhkan jiwa wirausaha dapat dimulai dari mencoba menghasilkan produk dari limbah yang ada di sekitar siswa. Keberhasilan untuk berwirausaha dimulai dari usaha yang kecil dengan terus mengembangkan kreatifitas lama-lama akan menjadi wirausaha yang memiliki usaha kelas menengah, dengan memperhatikan dampak usahanya terhadap lingkungan hidup. (dd1/lis)

Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMKN 1 Pengasih, Kulonprogo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya