alexametrics

Manfaatkan Benda Sekitar Rumah Belajar Daring jadi Lebih Mudah

Oleh : Amin Farida S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENDENGAR kata mata pelajaran (mapel) matematika sebagian besar peserta didik langsung ingin berlari menghindarinya. Hanya segelintir peserta didik yang bersuka cita menyambut kedatangan mata pelajaran satu ini.

Bagi peserta didik yang mengalami kesulitan sejak di bangku SD pasti akan terbawa trauma penolakan sampai SMP. Apalagi jika pulang membawa hasil ulangan yang sangat buruk. Spontan orang tua marah melihat hasil buruk di mata mereka. Hal ini semakin memicu peserta didik trauma dan selalu terlintas kemarahan orang tua, banyak angka, banyak rumus, banyak soal-soal rumit yang harus dipecahkan.

Semakin besar penolakan dalam hati peserta didik akan semakin jauh sekali peserta didik mudah memahami materi pelajaran. Padahal setiap mata pelajaran apapun jika kita terbuka pikiran dan hati menyukai sesulit apapun pasti akan mudah dipahami. Hal inilah menjadi tugas besar guru matematika.

Baca juga:  Kabataku Tingkatkan Pemahaman Siswa Bilangan Bulat Campuran

Tingginya angka penderita Covid-19, membuat pupus harapan peserta didik untuk menikmati bangku sekolah tatap muka. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring, tidak maksimal hasilnya. Apalagi untuk mapel Matematika.

Sempat dilakukan blended learning, setengah kelas peserta didik belajar di sekolah dan setengahnya peserta didik belajar di rumah dengan menyimak tayangan pembelajaran di sekolah lewat Youtube. Jadi peserta didik sama-sama menyimak materi pelajaran yang diberikan guru mata pelajaran pada hari itu. Namun karena banyaknya kendala di SMPN 31 Semarang, terutama terkait minimnya data internet, menjadi pemicu atau alasan peserta didik untuk kurang aktif mengikuti pembelajaran di rumah.

Kondisi yang semakin memprihatinkan inilah yang membuat guru untuk tetap bisa eksis dalam memberikan materi pelajaran sesuai pemahaman peserta didik. Yakni dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar rumah sebagai alat peraga seperti dalam materi kubus, balok, tabung, dan kerucut. Dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di dalam rumah yang menyerupai benda-benda seperti yang dimaksud, akan merasa seperti bermain.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Lompat Jauh dengan Manfaatkan Ban Bekas

Setelah menemukan benda sesuai perintah soal, peserta didik akan mengukur dan menghitung sesuai rumusnya. Secara tidak langsung, mengajarkan kepada peserta didik untuk menyukai mapel matematika karena peserta didik belajar tanpa ada rasa tegang. Dengan begitu, lebih merasa nyaman dan enjoy dalam menyelesaikan soal-soal latihan. Perlahan-lahan tapi pasti, rasa ketidaksukaan pada mapel matematika terkikis. Apalagi diiringi dengan pujian atau reward yang diberikan guru sekecil apapun hasil pekerjaan peserta didik. Tentu akan merasa dihargai atas kerja kerasnya.

Perubahan pola pikir peserta didik akan mengubah cara pandang menjadi positif. Dengan pembelajaran yang menyenangkan akan meningkatkan keingintahuan untuk berbuat. Di samping itu dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar rumah lebih menghemat biaya pada diri peserta didik. Dengan melihat visual lewat buku paket, peserta didik dapat menyamakan benda yang ada di rumah sesuai dengan apa yang mereka lihat. Dengan demikian, tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dengan pemahaman baru serta aplikasi bentuk benda yang peserta didik dapatkan dan dapat menghitung sesuai rumusnya. Peserta didik merasa nyaman menikmati pelajaran walau lewat daring. (ips1/ida)

Baca juga:  Pembelajaran Daring Seni Budaya Berbasis Project Based Learning di SMP Negeri 2 Wonosegoro

Guru SMPN 31 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya