alexametrics

Kupas Tuntas Interval Nada melalui Media Youtube

Oleh : Turasmi S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SENI Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan pelajaran yang majemuk, artinya tidak hanya mempelajari satu bidang studi saja. SBdP mempelajari tentang kesenian mulai dari menyanyi, memainkan alat musik, melukis, menari, dan membuat karya nyata. Tidak semua bidang di atas mudah dipelajari oleh siswa, karena berhubungan dengan bakat. Seseorang yang kurang berbakat pada bidang tertentu, akan membutuhkan waktu lama dalam mencapai ketuntasan.

Demikian juga siswa SD Srondol Wetan 02 Semarang kelas 6, dalam membelajari alat musik masih banyak mengalami kesulitan. Terbukti dalam mempelajari KD 4.2 yaitu memahami interval nada, banyak siswa yang hasilnya tidak tuntas. Nilai keterampilan KD tersebut rata-rata 62,92, dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70. Dari 42 siswa, hanya 8 (19 persen) siswa yang tuntas, sedangkan 34 (81 persen) siswa belum tuntas.

Baca juga:  Pentingnya Kerja Sama Guru dan Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Siswa

Permasalahan di atas penyebabnya, 1) kurangnya kemampuan guru dalam menguasai materi interval nada, 2) materi interval nada sulit, dan 3) guru tidak mau menggunakan fasilitas yang tersedia di dunia maya.

Supaya siswa terampil dalam mempraktikkan materi interval nada, maka guru harus mencari media yang tepat sehingga kekurangan guru dalam penguasaan materi bisa ditutup dengan media tersebut. Media sangat membantu siswa memahami konsep yang abstrak menjadi jelas secara visual.

Menurut Miarso (2004), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

Salah satu media yang bisa diterapkan untuk memfasilitasi pembelajaran generasi digital yang membutuhkan input simultan adalah Youtube. Di Youtube, praktik interval nada adalah orang yang sudah ahli atau memang bakat di bidang musik, sehingga dalam mempraktikkan mudah diterima siswa. Di bidang pendidikan, Youtube merupakan alat strategi mengajar sehingga mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan pengajaran. Yang harus dilakukan guru dalam memanfaatkan media Youtube adalah alamat web materi interval nada harus dipilih terlebih dahulu. Tidak dipungkiri banyak situs yang tidak mendidik. Lebih aman lagi, materi bisa di-download dan disimpan pada wadah tersendiri, sehingga bebas dari tayangan negatif.

Baca juga:  Learning Loss, Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengatasinya

Guru tidak harus menayangkan video sampai habis materi, bisa dijeda sehingga siswa mampu memahami dengan baik. Kelebihan Youtube adalah tayangan materi bisa diulang-ulang sesuai kebutuhan, bisa dijeda pada bagian mana saja.

KD 4.2 menuntut keterampilan siswa dalam mengenal interval nada, maka contoh langsung lebih dibutuhkan. Selain mengenal musik, ternyata belajar musik bisa mendukung terbentuknya karakter siswa. Sebagaimana pendapat Utomo (2017: 22), tujuan utama pendidikan seni musik di sekolah bukan untuk membuat siswa menjadi terampil bermusik, tetapi sebagai alat atau media untuk membentuk karakter peserta didik.

Penggunakan media Youtube pada materi interval nada, didapatkan hasil belajar yang meningkat. Nilai keterampilan pada KD 4.2, rata-rata menjadi 80.82, tingkat ketuntasan mencapai 39 siswa (93 persen), sedangkan 3 siswa (7 persen) belum tuntas.

Baca juga:  Lagu Bangun Timur Aktifkan Pembiasaan Positif di Masa Pandemi

Kesimpulannya guru sebagai orang yang memiliki peran penting di dalam pembelajaran harus mempunyai banyak akal dalam mensiasati materi yang tidak dikuasai. Istilahnya, guru ora kurang lakon adalah benar. Artinya jika dirinya sendiri tidak bisa, maka harus mencari solusi, sehingga hak siswa tetap diberikan. (ips1/ida)

Guru SDN Srondol Wetan 02 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya