alexametrics

Memahami Makna Bersatu dalam Keberagaman dengan Pembelajaran Kontekstual

Oleh : Jum Fitri, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PPKn merupakan salah satu mata pelajaran pokok di sekolah dasar. PPKn di SD merupakan salah satu sarana yang tepat untuk mengimplementasikan nilai -nilai dalam pendidikan karakter kepada peserta didik bila diterapkan di usia dini, karena tujuan pendidikan PPKn itu sendiri adalah untuk menciptakan peserta didik menjadi warga negara yang demokratis dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. PPKn juga bisa sebagai wahana untuk mengembangkan serta melestarikan nilai luhur juga moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Diharapkan bisa diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari peserta didik sebagai individu, anggota masyarakat di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena pandemi yang belum berakhir dan pembelajaran masih berbasis daring, maka untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan, penulis dalam mengajarkan materi tema 5 mupel PPKn pada kompetensi dasar memahami makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar kelas III SDN 04 Kaligelang menggunakan model pembelajaran kontekstual (CTL). Pembelajaran kontekstual atau contextual teaching and learning (CTL) adalah kegiatan pembelajaran yang menyampaikan materi dengan cara mengaitkan dengan kehidupan nyata sehari-hari dari peserta didik.

Baca juga:  Serunya Belajar Aqiqoh, Qurban lewat Whatsapp Group dan Voice Note

Seperti diungkapkan Komalasari (2017, hlm 7) bahwa pembelajaran kontekstual adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan dunia nyata siswa sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun warga negara, dengan tujuan untuk menemukan makna materi tersebut bagi kehidupannya. Prinsip pembelajaran ini adalah aktivitas peserta didik. Peserta didik melakukan dan mengalami. Model pembelajaran ini juga dapat mengembangkan kemampuan siswa/peserta didik karena dihadapkan pada situasi dunia nyata.

Dalam proses pembelajaran memahami makna Bersatu dalam keberagaman menggunakan pembelajaran CTL, yang dilakukan penulis yaitu menyajikan video pembelajaran kemudian memberikan tugas kepada peserta didik yang diberi judul “jurnal kegiatan bersama keluarga di rumah”. Jurnal tersebut terdiri dari aktivitas-aktivitas yang harus diisi oleh siswa yang dituangkan dalam tabel.

Baca juga:  Paradigma Guru SD dalam Melaksanakan Tupoksi di Era Digital

Aktivitas pertama, siswa mengidentifikasi daerah asal dan suku bangsa kedua orang tua melalui wawancara dengan orang tuanya. Aktivitas kedua, menyebutkan makanan dan minuman khas daerahnya yang biasa dikonsumsi keluarga. Aktivitas ketiga, mengidentifikasi pakaian adat setiap daerah di Indonsia. Aktivitas keempat, melakukan aktivitas membersihkan lingkungan rumah bersama anggota keluarga. Aktivitas kelima, menceritakan pengalaman yang mencerminkan bersatu dalam keberagaman dan menjelaskan manfaat yang diperoleh dari sikap bersatu tersebut. Untuk pengiriman tugas bisa melalui aplikasi whatsapp berupa foto, pesan suara dan video.

Terdapat lima karakeristik penting dalam proses pembelajaran kontekstual (CTL) yang dapat dilihat dari proses pembelajaran di atas. Yang pertama, pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada. Kedua, pembelajaran untuk memperoleh dan menambah pengetahuan baru. Ketiga, pemahaman pengetahuan. Keempat, mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut. Dan yang kelima melakukan refleksi.

Baca juga:  Mudah Membaca Huruf Jawa dengan Card Sort

Penulis menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual (CTL) dapat meningkatkan keaktifan, kreativitas, motivasi dan daya pikir kritis siswa yang mampu mengaitkan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dalam ketepatan dalam mengirimkan tugasnya baik melalui foto hasil tugas, pesan suara dan video. Pembelajaran kontekstual (CTL) juga dapat membuat belajar dari rumah menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siswa. Dengan pembelajaran yang aktif dan motivasi yang tinggi dari siswa maka dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mupel PPKn pada kompetensi dasar memahami makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar. (agu1/ton)

Guru SDN 04 Kaligelang, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya