alexametrics

PjBL Solusi Pembelajaran Memerankan Fabel di Era Pandemi

Oleh : Nurul Aini, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar di setiap lini kehidupan. Dunia pendidikan merupakan salah satu lini kehidupan yang harus mengalami perombakan besar. Perombakan tersebut yakni pembelajaran yang sedianya dilakukan secara tatap muka harus dirombak menjadi pembelajaran jarak jauh. Perombakan ini membuat semua pelaku pendidikan baik guru maupun peserta didik diharuskan mengikti perubahan tersebut.

Mau tidak mau seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam menyetting pembelajaran menarik secara jarak jauh namun juga harus diimbangi dengan ketercapaikan kompetensi dasar. Oleh karena itu, banyak muncul problematika pembejaran jarak jauh di masa pandemi ini.
Salah satu problematikan pembelajaran jarak jauh untuk pembelajaran bahasa Indonesia yakni kurang tercapainya tujuan pembelajaran memerankan isi fabel. Padahal kompetensi pembelajaran ini termuat dalam Kurikulum 2013 untuk kelas VII. Problematika pembelajaran ini terindikasi dengan banyaknya peserta didik yang mengeluh karena tidak mampu memahami kompetensi dengan baik. Selain itu, ketercapaikan kompetensi ini ini juga masih cukup rendah. Oleh karena itu, guru berupaya untuk menyelesaikan problematika ini dengan menerapkan model pembelajaran project based learning (PjBL). Model pembelajaran ini diharapkan mampu mengefektifkan pembelajaran memerankan teks fabel.

Baca juga:  Terampil Berbahasa dengan “VoTe”

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran (Permendikbud, 2014:20). Model ini merupakan model pembelajaran inovatif yang melibatkan kerja proyek dimana peserta didik bekerja secara mandiri dalam mengkonstruksi pembelajarannya dan mengkulminasikannya dalam produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).

Pembelajaran dengan model project based learning memiliki 6 tahapan, yakni sebagai berikut menyiapkan pertanyaan terkait suatu topik, membuat rencana proyek, membuat jadwal, memonitoring pelaksanaan projek, melakukan penilaian, dan evaluasi pembelajaran berbasis projek. Dalam pelaksanaannya guru melakukan keenam tahapan ini secara daring dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp grup.

Pembelajaran memerankan fabel dengan model project based leraning yang dilaksanakan via WhatsApp (WA) grup ini diawali dengan guru menentukan tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik. Guru kemudian menstimulus peserta didik untuk menentukan pertanyaan untuk menyelesiakan tugas tersebut. Berdasarkan pertanyaan tersebut peserta didik menyusun rancangan kegiatan yang akan dilakukan untuk menyelesiakan tugas tersebut.

Baca juga:  Portofolio dengan Teka Teki Silang sebagai Alternatif PJJ

Setelah itu, guru dan peserta didik menyusun jadwal kegiatan sekaligus menyepakai kurun waktu pelaksanaan projek tersebut. Setalah jadwal tersusun, peserta didik melaksanakan semua kegiatan sesuai jadwal secara berkelompok. Untuk memonitoring keretlaksanaan tahapan kegiatan projek peserta didik diwajibkan mendokumentasikan semua kegiatan projek tersbeut dalam bentuk tertulis maupun video. Video tersebut kemudian dikirim via WA secara berkala sesuai jadwal. Terakhir peserta didik mengumpulkan video produk. Guru kemudian menilai dan mengevalusi proses pembelajaran.

Dengan penerapan model pembelajaran project based learning, peserta didik menjadi lebih aktif dan bersemangat dalam menyelesiakan tugas. Selain itu, berdasarkan produk berupa video memerankan teks fabel dapat terlihat peserta didik tampak lebih percaya diri dalam melakonkan perannya serta pembuatan latar cerita pun lebih apik.

Baca juga:  Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Aplikasi Google Form

Tingkat ketercapaian kompetensi memerankan teks fabelpun mengalami kenaikan yang signifikan yakni 80 persen. Hal tersebut selaras dengan penelitian Dian (2020) bahwa pembelajaran dengan model project based learning mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, tingkat ketuntasan belajar mencapai 75 persen.

Oleh karena itu, model pembelajaran project based learning dapat direkomendasikan menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang menekankan pada mengasah kompetensi keterampilan di era pandemi. (pm1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Candiroto Satu Atap, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya