alexametrics

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Persuasi pada Siswa dengan Strategi Terbimbing

Oleh : Laily Shofiyati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masalah dalam pembelajaran di kelas 8 di antaranya rendahnya kemampuan menulis teks persuasi pada pelajaran bahasa Indonesia. Salah satu penyebab kurangnya perhatian siswa menyebabkan lemahnya kemampuan siswa dalam teknik menulis teks persuasi. Strategi pembelajaran adalah perencanaan kegiatan dalam proses pembelajaran yang bersifat untuk mempermudah, lebih efektif dan supaya dapat mencapai tujuan yang akan dicapai.

Kemampuan menulis teks persuasi tidak dapat hanya dipahami melalui teori, namun juga perlu praktik langsung yang melatih siswa untuk menulis. Sementara di dalam pembelajaran menulis teks persuasi, guru dituntut menyampaikan materi secara runtut disertai latihan menulis teks secara intensi. Sehingga peserta memahami dengan baik bagaimana menulis sebuah teks persuasi.

Selain itu, siswa juga masih mengalami kesulitan menuangkan ide dalam bentuk suatu teks. Kesulitan siswa lainnya terlihat dari penulisan ejaan yang belum tepat. Seperti huruf kapital yang seharusnya berada di awal kalimat, penulisan kata baku yang masih kurang, dan tanda titik yang tidak dibubuhkan di akhir kalimat.

Baca juga:  Karyawisata Tingkatkan Pemahaman Ciri Khusus Hewan

Rendahnya kemampuan menulis sebuah teks persuasi bagi siswa juga ditunjukkan dengan penggunaan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) yang masih belum memenuhi pedoman. Masih banyak siswa belum tepat dalam penggunaan tanda baca titik dan koma. Siswa juga belum mampu membedakan penggunaan antara kata depan yang diletakkan pada awal kalimat dan kata sambung yang digunakan di tengah kalimat.

Berdasarkan permasalahan di atas penyebab rendahnya kemampuan menulis teks persuasi siswa tersebut yaitu pembelajaran menulis teks persuasi belum mendapat perhatian dari siswa. Siswa belum menguasai dengan pembelajaran menulis teks persuasi selama ini karena materi keterampilan menulis teks persuasi belum dilatihkan dengan intensif dan berulang.

Untuk meningkatkan kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas 8, penulis menerapkan strategi pembelajaran terbimbing. Strategi terbimbing menuntut siswa aktif selama pembelajaran. Sehingga penerapan strategi ini akan mendapatkan perhatian penuh siswa selama pembelajaran berlangsung.

Baca juga:  Belajar Ungkapan dengan Numbered Heads Together

Pembelajaran menulis teks persuasi selama ini diajarkan dengan cara konvensional terbatas pada mendengar dan melihat sehingga ketertarikan peserta didik berkurang. Strategi terbimbing melibatkan siswa selain melihat dan mendengar, juga melibatkan kemampuan berpikir, berbicara, dan menulis, sehingga keterlibatan siswa di dalam kelas mampu memberikan energi dan ketertarikan tersendiri dari dalam diri siswa.

Strategi terbimbing memfasilitasi pembelajaran dua arah yang memungkinkan terjadi banyaknya proses komunikasi dan diskusi di dalam kelas antara siswa dan guru. Strategi pembelajaran terbimbing menuntut pembelajaran dua arah. Menuntun siswa mengasah daya pikir, dan berbicara sebelum siswa menuliskan dalam sebuah teks. Juga menjadikan siswa secara intensif melakukan pengulangan terhadap latihan menulis teks persuasi melalui proses berpikir, berbicara dan menulis.

Kesulitan menuangkan ide yang dialami siswa dikarenakan belum mampu dan mengerti bagaimana menuangkan ide yang baik. Melalui strategi terbimbing ini, siswa diajak berpikir tentang satu fenomena. Adanya stimulus ini kemudian akan menyebabkan siswa mampu mengembangkan dan melatih kemampuannya menuangkan ide berdasarkan satu fenomena di hadapan/di sekitar siswa. Melalui latihan menulis suatu teks yang dilakukan siswa secara berulang dan intensif akan memberikan dampak positif terhadap kemampuan menulis yang semakin terasah.

Baca juga:  Mengubah Puisi ke dalam Bentuk Prosa dengan Teknik Batu Siska

Strategi ini digunakan untuk membantu pengembangan sebuah tulisan dengan baik dan melatih bahasa yang digunakan sebelum dituliskan.

Strategi pembelajaran terbimbing merangsang siswa untuk berlatih menulis berbagai hal yang dipikirkan dan didiskusikannya. Hal ini sangatlah membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan menulisnya. Karena mendapat pengalaman langsung untuk menuliskan ide dan gagasannya sendiri atau yang didapat dari hasil diskusi. Kemampuan menulis tidak akan datang otomatis, tetapi harus melalui latihan praktik yang banyak dan teratur.(agu1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Gringsing, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya