alexametrics

Luring Method Tingkatkan Hasil Belajar Matematika di Masa Pandemi

Oleh : Arinta Dhamayanti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika adalah suatu pelajaran yang tersusun secara berurutan, berjenjang dari yang paling mudah sampai yang paling rumit. Pada umumnya siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang paling sulit dipelajari. Agar siswa tidak takut pada matematika, guru harus pandai mengemas proses pembelajaran matematika yang menyenangkan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas IV semester 2 SDN 2 Nolokerto Kecamatan Kaliwungu, pada mata pelajaran matematika KD 3.11 tentang Menjelaskan data diri peserta didik dan lingkungannya yang disajikan dalam bentuk diagram batang. Belum semua siswa bisa mencapai KKM yang ditentukan oleh guru yaitu 75. Perolehan hasil belajar siswa terlihat dari 44 siswa, hanya 20 siswa (45%) yang mencapai ketuntasan. Sedangkan 24 siswa (54%) belum tuntas dan nilai rata-rata di bawah 75.

Melihat permasalahan di atas diperlukan alternatif pemecahan masalah untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran di kelas pada masa pandemi ini yaitu dengan model luring method. Luring method merupakan model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protokol ketat new normal.

Baca juga:  Media MOTUL untuk Operasi Hitung Bilangan Bulat

Dalam metode ini siswa akan diajar secara bergiliran (shif model) agar menghindari kerumunan. Di masa pandemi yang hampir 1 tahun siswa belajar dari rumah melalui daring dan media HP kurang efektif untuk mupel matematika. Karena bila pembelajaran dari rumah atau daring mayoritas yang mengerjakan orang tua, sehingga guru sangat kesulitan sekali dalam penilaian.

Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran luring method ini sangat disarankan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, B.A, M.B.A untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pandemi ini. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan kepada siswa.

Metode ini juga sangat baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk daring seperti Hp dan jaringan internet.

Baca juga:  Magang, Terobosan Skill Vokasional ABK

Adapun langkah-langkah pembelajaran model pembelajaran luring method materi menjelaskan data diri peserta didik dan lingkungannya yang disajikan dalam bentuk diagram batang, sebagai berikut : guru membagi siswa dalam kelompok kecil sesuai jadwal dan jam kedatangan (dengan menerapkan prokes 3M).

Guru menyampaikan materi menjelaskan data diri peserta didik dan lingkungannya yang disajikan dalam bentuk diagram batang dengan menggunakan media tabel dan diagram.

Kelompok kecil terdiri atas 11 siswa, mereka disuruh menuliskan tentang data diri. Guru memberikan latihan soal dengan data diri yang berbeda, siswa mengerjakan dalam bentuk tabel dan diagram batang.

Guru memberikan reward bagi siswa yang nilainya di atas KKM dengan tepuk hebat, sedangkan yang nilainya dibawah KKM dengan tepuk semangat. Agar yang belum bisa tidak merasa kecil hati dihadapan teman-temannya.

Baca juga:  Number Heads Together Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Model pembelajaran luring method sangat pas diterapkan di masa pandemi. Siswa lebih efektif dan kreatif serta bersemangat dalam mengikuti pelajaran matematika. Memahami materi menjelaskan data diri peserta didik dan lingkungannya yang disajikan dalam bentuk diagram batang.

Siswa merasa senang terlibat langsung di kelas. Penggunaan media tabel dan diagram dapat memperjelas siswa dalam memahami materi tersebut. Dan memperjelas siswa dalam materi menjelaskan data diri peserta didik dan lingkungannya yang disajikan dalam bentuk diagram batang. Terbukti banyak siswa yang lebih aktif dan berani mengajukan pertanyaan sendiri, suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Dapat meningkatkan hasil belajar matematika dengan bukti dari 44 siswa yang mengikuti penilaian harian, sebanyak 40 siswa (91 %) telah mencapai nilai ketuntasan. Sedangkan 4 siswa (9 %) belum dapat mencapai nilai ketuntasan. Namun demikian pembelajaran dinyatakan berhasil karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. (agu1/lis)

Guru SDN 2 Nolokerto Kaliwungu, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya