alexametrics

Belajar Daring PGS Lingkaran Bagi Adil Menggunakan Pentablet

Oleh : Eko Sudarto S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN daring akan lebih efektif jika dipadukan dengan media pembejaran. Menurut Rayanda Asyar (2012:8), media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Sedangkan Ahmadi&Prasetya (2015:52) menyatakan, metode pembelajaran adalah teknik yang dikuasai pendidik atau guru untuk menyajikan materi pembelajaran kepada peserta didik di kelas, baik secara individu maupun kelompok agar materi pelajaran dapat diserap, dipahami, dan dimanfaatkan oleh peserta didik dengan baik.

Sebagaimana yang dilakukan pembelajaran di kelas XI MIPA 1 SMAN 3 Semarang pada kompetensi dasar (KD) persamaan garis singgung lingkaran (PGS) semester dua tahun pelajaran 2020 /2021. Untuk menyampaikan materi pembelajaran agar tetap optimal, tentunya guru harus memiliki inovasi dan metode terbaru. Dengan begitu, siswa mudah memahami dan menyerap materi yang diberikan oleh guru.

Salah satunya media pembelajaran pentablet dan metode prinsip bagi adil. Pentablet (pen) merupakan sarana bantu untuk menyampaikan tulisan atau pesan melalui layar power point (sebagai papan tulis) dengan berbagai warna pen yang menarik, sehingga siswa melihat tulisan dengan jelas, menarik dan tidak membosankan. Disamping peranan pentablet (pen) pada menu layar power point sebagai alat untuk menulis, juga bisa sebagai laser pointer untuk menjelaskan materi serta sebagai eraser untuk menghapus bila ada tulisan yang kurang bagus, bisa langsung dihapus secara keseluruhan atau sebagian dan dapat diperbaiki sekaligus.

Baca juga:  “Sawo Manalagi” Meningkatkan Vocabulary Teks Narrative

Adanya pentablet ini sangat membantu guru matematika dalam menjelaskan materi PGS lingkaran secara detail, sehingga siswa mudah memahami dan mengerti. Di samping itu, materi yang baru saja disampaikan ke siswa, setelah selesai pelajaran dapat disimpan (save) dan langsung dapat dibagikan ke siswa sebagai catatan materi pelajaran. Para siswa yang tidak masuk sekolah, bisa minta catatan materi pelajaran, sehingga lebih praktis dan efisien. Dengan alat bantu pentablet, pembelajaran daring tidak berbeda jauh dengan pembelajaran normal sebelum pandemi Covid-19. Materi PGS lingkaran yang merupakan materi sukar dan rumusnya panjang, bisa dengan mudah dikuasai oleh siswa.

Dengan metode prinsip bagi adil pada materi PGS lingkaran yang melalui (X1,Y1) merupakan materi sukar dan rumusnya panjang. Tapi rumus dapat disederhanakan. Para siswa tidak perlu menghafal, cukup memahami dan mengerti cara mengunakan metode prinsip bagi adil. Sebagai contoh menentukan persamaan garis singgung lingkaran pada persamaan umum lingkaran: X2+Y2+AX+BY+C=0 melalui (X1,Y1). Sebelum menentukan garis singgung lingkaran, titik (X1,Y1) disubstitusikan dulu ke persamaan umum lingkaran: X2+Y2+AX+BY+C=0, titik tersebut menyinggung persamaan umum lingkaran apa tidak. Jika titik tersebut menyinggung persamaan lingkaran dengan hasil ruas kanan sama hasil ruas kiri, maka metode prinsip bagi adil dapat digunakan. Dengan metode prinsip bagi adil, persamaan garis singgung pada persamaan umum lingkaran dapat ditentukan secara sederhana sebagai berukut, pertama, X2 diubah menjadi X1.X. Kedua, Y2 diubah menjadi Y1.Y. Ketiga X diubah menjadi 1/2 (X1+X), keempat Y diubah menjadi 1/2 (Y1+Y), sehingga persamaan garis singgung lingkaran menjadi X1. X+Y1.Y+A. 1/2 (X1+X)+B. 1/2 (Y1+Y)+C=0. Dengan metode prinsip bagi adil, para siswa dengan mudah mengerjakan tugas–tugas yang diberikan oleh guru, berupa latihan soal persamaan garis singgung lingkaran karena tidak perlu mengahafalkan rumus, tetapi para siswa bisa membuat kreativitas rumus sendiri.

Baca juga:  PJJ Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia XI dengan Quipper Sangat Menyenangkan bagi Siswa

Melalui pembelajaran daring persamaan garis singgung lingkaran dengan metode prinsip bagi adil dengan media pentablet, para siswa lebih termotivasi, percaya diri, disiplin, dan senang, dalam mengikuti pembelajaran. Para siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru karena penjelasannya detail, tulisan jelas, menarik, dan tidak membosankan. Para siswa juga dengan mudah mengerjakan tugas–tugas yang diberikan oleh guru karena tidak perlu mengahafalkan rumus, tetapi para siswa dapat membuat kreativitas rumus sendiri. (lbs1/ida)

Guru Matematika SMAN 3 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya