alexametrics

Orang Tua Berperan dalam Pendampingan Perkembangan Masa Remaja

Oleh : Prihartanti Ike Rosiana S.Pd MA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, FASE perkembangan masa remaja merupakan masa yang harus diperhatikan secara khusus. Merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masa dewasa. Remaja bukan kanak-kanak lagi, tetapi belum mampu memegang tanggung jawab seperti orang dewasa. Oleh karena itu, pada masa remaja sering terdapat kegoncangan pada individu remaja, terutama di dalam mencapai kedewasaan. Remaja pada transisi ini merupakan seorang individu yang telah meninggalkan usia anak-anak yang lemah dan penuh ketergantungan, akan tetapi belum mampu ke usia yang kuat dan penuh tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat yang berkembang dan semakin maju, semakin panjang usia remaja. Perubahan emosi pada masa remaja terlihat dari ketegangan emosi dan tekanan. Tetapi remaja mengalami kestabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. Misalnya masalah percintaan merupakan masalah yang pelik pada pereode ini. Perkembangan fisik perempuan mulai berkembang pesat pada usia 10 tahun dan paling cepat pada usia 12 tahun. Sedangkan laki-laki 2 tahun lebih lambat mulainya. Kenyataannya, perkembangan fisik dan emosional tidak selalu berjalan searah. Seorang remaja yang bertumbuh tinggi, tidak selalu lebih matang secara emosional dibandingkan dengan remaja seusia yang lebih pendek. Pertumbuhan tinggi remaja tergantung tiga faktor yaitu genetik (faktor keturunan), gizi dan variasi individu. Dari ketiga faktor tersebut sangat berpengaruh pada fisik dan psikis kehidupan remaja.

Baca juga:  Komunikasi dengan Orang Tua Siswa Jadikan Pembelajaran PABP Efektif

Remaja atau adolescence berasal dari kata latin yang berarti tumbuh ke arah kematangan fisik, sosial, dan psikologis (Sarwono, 2012). Salah satu periode dalam rentang kehidupan individu adalah masa remaja. Masa ini merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu yang dapat diarahkan pada perkembangan masa dewasa yang sehat. Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah. Dampaknya, mereka akan melakukan perilaku yang menyimpang, melakukan kriminalitas, atau menutup diri dari masyarakat. Agar nantinya bisa menjadi individu yang berhasil di perkembangan masa dewasa, maka remaja harus banyak belajar memperoleh tempat dalam masyarakat sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Namun kenyataannya di SMPN 1 Rowosari, tidak semua siswa yang diharapkan kelak menjadi penerus bangsa dapat menikmati kehidupan yang baik, karena kurangnya pendampingan orang tua dengan berbagai kondisi lingkungan keluarga yang kurang mendukung. Dalam proses perkembangan remaja terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi, salah satunya faktor lingkungan dalam keluarga. Terutama peran orang tua sangat menentukan masa depan kehidupan remaja.

Baca juga:  Efektifnya Belajar PPKn dengan Role Playing

Karena itu, remaja perlu pendampingan, bimbingan, arahan dan pendidikan dari lingkungan sekitar yang bermuara pada sikap dan perilaku terpuji. Dalam mewujudkan hal tersebut dibutuhkan peran yang terpenting bagi orang terdekat dengan anak yaitu orang tua. Terutama dalam hal pendidikan dan pergaulan sehari-hari serta membekali dengan hal-hal positif dan pendampingan yang cukup. Keluarga memiliki peranan penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak khususnya remaja. Peran orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama, maupun sosial budaya yang diberikannya merupakan yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat. (gb1/ida)

Guru BK SMPN 1 Rowosari, Kabupaten Kendal.

Baca juga:  Kolaborasi Orang Tua dan Make a Match Tingkatkan Belajar IPS Masa Pandemi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya