alexametrics

Make a Match Mudahkan Siswa Belajar Silsilah Keluarga

Oleh : Siti Masitah S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBIJAKAN pemerintah yang mengharuskan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode daring atau luring. Guru harus kreatif dalam memilih metode yang cocok diterapkan di mana saja, tak terkecuali di rumah. Dalam pembelajaran tema Diriku, kompetensi mengenal silsilah keluarga, di kelas I SDN 04 Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, penulis menerapkan metode pembelajaran Make a match.

Model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match adalah suatu teknik pembelajaran dengan mencari pasangan kartu sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam semua mata pelajaran pada semua tingkatan usia siswa. Langkah-langkahnya, sebagai berikut, pertama, guru menguraikan materi secara singkat dan siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama. Kedua, guru membagi siswa menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok pemegang kartu soal, kelompok pemegang kartu jawaban, dan kelompok penilai. Selanjutnya guru mengajak siswa keluar kelas agar permainan lebih menarik. Ketiga, guru dan siswa mempersiapkan alat yang akan digunakan dalam permainan, yaitu kertas karton, peluit, dan stop watch. Kertas karton yang digunakan sebaiknya dibedakan antara kartu pertanyaan dan kartu jawaban. Keempat, guru dan siswa melaksanakan permainan.

Baca juga:  Pembelajaran Aktif Sosiologi dengan Picture And Picture

Teknik permainan make a match dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut, siswa dikumpulkan di luar ruangan untuk diberi penjelasan aturan permainan. Selanjutnya, guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban kepada masing-masing kelompok secara acak, sementara kelompok penilai memegang stop watch. Setelah itu, guru meniup peluit tanda permainan dimulai. Sebelum permainan dimulai, guru memberikan penjelasan peraturan permainan, yaitu batas waktu permainan adalah 5 menit. Siswa yang menemukan pasangannya, setelah 5 menit akan diberi sanksi. Sanksi ditentukan bersama oleh seluruh siswa. Sanksi bukan dalam bentuk fisik, melainkan yang menghibur, misalnya bernyanyi, menari, baca puisi, atau yang lain. Selanjutnya siswa mulai mencari ‘pasangannya’ masing-masing. Siswa yang memegang kartu pertanyaan dan kartu jawaban saling mencari ‘pasangan’nya. Setelah menemukan ‘pasangan’nya, siswa memisahkan diri dari siswa yang belum menemukan ‘pasangan’ sambil menunggu ‘pasangan’ yang lain.

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Anekdot dengan Karikatur

Setelah waktu yang ditentukan telah berakhir, guru mengumpulkan siswa dengan membentuk lingkaran. Kemudian kelompok penilai menanyakan pasangan siswa secara urut. Jika pasangan tepat, maka siswa yang lain bertepuk tangan. Tapi jika pasangan salah, siswa yang lain memberi sanksi yang menghibur, begitu seterusnya sampai selesai. Di akhir permainan, guru dan siswa memnyimpulkan tentang kegiatan yang telah dilakukan.
Selain memiliki kelebihan, make a match juga memiliki kelemahan. Kelebihan metode Make a Match antara lain, 1) kegiatan yang telah dilakukan membuat suasana belajar menyenangkan dan lebih menarik. 2) Seluruh siswa terlibat aktif dalam seluruh kegiatan permainan. 3) Terjadi kerjasama antarsiswa dalam kelompok.

Adapun kelemahan metode Make a Match antara lain, 1) siswa tidak dapat dilepas secara mandiri dalam melakukan permainan. 2) Kurang efektif dalam segi waktu karena memerlukan waktu yang cukup lama. 3) Siswa kurang terkontrol karena kegiatan yang dilakukan adalah aktif dan dilakukan di luar ruangan. 4) Guru perlu mempersiapkan peralatan yang memadai untuk permainan. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan metode Make a Match dalam pembelajaran silsilah keluarga, metode ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa. (pg2/ida)

Baca juga:  Peran Orang Tua dalam Pendampingan Belajar di Masa Pandemi

Guru SDN 04 Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya