alexametrics

Keberhasilan BDR Tergantung Kerjasama Orang Tua dan Guru

Oleh : Saefullah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN karakter merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Sebagaimana disebutkan pada pasal 1 Perpres nomor 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Ini merupakan gerakan yang mengupayakan untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik di bawah tanggung jawab satuan pendidikan melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Di dalamnya terdapat kerjasama antara satuan pendidikan keluarga dan masyarakat. Maka dari itu upaya trisentral pendidikan harus berjalan secara berkesinambungan dalam penanaman karakter di masa pandemi ini.

Masa pandemi sebenarnya secara tidak langsung dapat memberikan nilai-nilai karakater bagi peserta didik. Pertama, kemandirian yang merujuk pada sikap dan perilaku yang tidak dengan mudah bergantung pada orang lain dalam menjalankan kewajiban. Artinya siswa secara tidak langsung dituntut melaksanakan kewajibannya dalam proses Belajar Dari Rumah (BDR) secara mandiri tanpa bergantung kepada teman. Namun dengan arahan guru dan orang tua. Kedua, disiplin yang merujuk pada patuh terhadap tata tertib dan aturan yang ditetapkan. Artinya siswa secara tidak langsung dituntut untuk disiplin dalam melakukan pembelajaran learning from home, meskipun tidak ada pemantauan langsung dari guru maupun pihak sekolah. Ketiga, kreativitas. BDR memberikan proses pendidikan yang menutut siswa kreatif, meskipun pembelajaran tidak berjalan secara tatap muka, tapi menggunakan teknologi dan informasi. Sebagaimana yang penulis terapkan di SDN Bulakwaru 03, Kecamatan Tarub.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Materi Organ Pernapasan Manusia melalui Video

Pembelajaran secara daring agar berhasil, memerlukan upaya dan strategi. Pertama, inovasi guru. Artinya penanaman pendidikan karakter di masa pandemi bisa dilakukan dengan adanya inovasi guru dalam mendidik peserta didik. Misalnya guru menerapkan game pendidikan, pembuatan video dan lainnya. Guru juga bisa membuat form character report atau rapport character anak yang diisi orang tua tentang perilaku anak di rumah. Kedua, peran orang tua. Keberhasilan penanaman karakter ditunjang oleh kerjasama trisentral pendidikan yaitu sekolah, orang tua, dan masyarakat. Saat ini orang tua memegang peran penting karena aktivitas peserta didik lebih banyak dilakukan di rumah dengan orang tua. Selaras dalam ajaran Islam, orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dan rumah adalah sekolah pertama pula bagi anak-anaknya. Maka di masa pandemi ini, orang tua harus bisa bekerja sama dengan guru bagaimana pendidikan karakter.

Baca juga:  Belajar Perkembangbiakan Vegetatif dengan Metode Demonstrasi

Ketiga, pembiasaan. Dalam teori pendidikan karakter mengatakan, pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya, dengan membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik (Koesoema 2007:3).

Maka dapat disimpulkan bahwa penanaman pendidikan karakter pada hakikatnya adalah proses pembiasan (habituation). Oleh karena itu, penanaman pendidikan karakter di masa pandemi ini, orang tua dan guru harus bekerja sama dalam pembentukan pendidikan karakter anak dengan melakukan pembiasaan baik secara daring maupun luring. Penanaman nilai karakter di masa pandemi ini, seperti kemandirian, disiplin, gotong royong, kepekaan terhadap lingkungan terkait pandemi Covid-19. Intinya satu kunci yaitu kejasama yang baik antara trisental pendidikan yakni orang tua, sekolah dan juga masyarakat. Karena pendidikan karakter tidak bisa berdiri sendiri, tapi satu kesatuan yang harus dikelola dengan baik. (pg1/ida)

Baca juga:  WhatsApp Mempermudah Pembelajaran Gaya dan Gerak pada Peristiwa di Lingkungan Sekitar

Guru SDN Bulakwaru 03, Kecamatan Tarub.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya