alexametrics

Instrumen Asesmen Bimbingan Konseling dengan Google Form

Oleh : Prasetiyo Wibowo, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERJALANAN proses pendidikan di era pandemi Covid-19 memang menjadi perubahan yang signifikan baik dalam perencanaan, proses maupun penilaian, ini terjadi pada semua mata pelajaran bahkan pada layanan bimbingan konseling disekolah.
Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling dimaknai sebagai proses pemberian bantuan kepada individu atau peserta didik secara berkelanjutan dan sistematis, agar dapat memahami diri dan lingkungannya, dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dapat mengembangkan diri secara optimal untuk kesejahteraan diri dan kesejahteraan masyarakat (Tatiek Romlah, 2006).

Program bimbingan konseling yang terapkan di sekolah menengah maupun tingkat dibawahnya, semuanya hampir sama dalam penerapannya yang dimulai dalam perencanaan sampai dengan tindak lanjut, dalam kondisi seperti ini menuntut para Guru Bimbingan Konseling harus berinovasi dalam membuat program pelaksanaan layanan bimbingan di era pandemi Covid-19 ini.

Sebuah perencanaan yang bagus dan matang berdampak positif dalam pelaksanaan atau proses layanan, komponen perencaaan dalam tahap persiapan (preparing) pada layanan Bimbingan Konseling salah satunya adalah Asesmen Kebutuhan, Asesmen Kebutuhan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menemukan kondisi nyata peserta didik yang akan dijadikan dasar dalam merencanakan program bimbingan dan konseling, komponen ini bisa menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dalam pelaksanaan bimbingan konseling.

Baca juga:  Pembelajaran Perpindahan Kalor Radiasi Mudah dengan Thermogun

Asesmen dalam kerangka kerja bimbingan dan konseling memiliki kedudukan strategis, karena memiliki kedudukan sebagai fondasi dalam perancangan program bimbingan dan konseling (BK) yang sesuai dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena kesesuaian program dan gambaran dari peserta didik serta kondisi lingkungannya dapat mendorong pencapaian tujuan pelayanan bimbingan dan konseling. Dapat dikatakan bahwa asesmen dalam bimbingan dan konseling sebagai dasar penetapan program layanan BK (Depdiknas, 2007), selanjutnya instrumen pengumpulan data sesuai kebutuhan diantaranya : DCM (Daftar Cek Masalah), AUM (Alat Ungkap Masalah), ITP (Inventori Tugas Perkembangan) yang dirangkum dalam Panduan Operasional Penyelengaraan Bimbingan dan Konseling yang diterbitkan Dirjen GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016) yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 111 Tahun 2014, karena instrumen asesmen memuat kebutuhan, kondisi, kejadian, dan pengalaman peserta didik sebagai bahan tahap perancangan (designing).

Baca juga:  Mudah Pahami Perpindahan Kalor dengan Metode Resitasi

Sebelum pandemi Covid-19 asesmen bisa dilakukan dengan cara menyebar angket ke peserta didik maupun dengan menghimpun data secara kolektif. Dampak dari pandemi Covid-19 ini menjadi positif karena Guru Bimbingan Konseling mau tidak mau harus membuat sebuah asesmen dengan menyesuaikan kondisi saat ini.

Salah satu solusinya membuat instrumen asesmen dengan cara pemanfaat google form sebagai pintu mengumpulkan data dari setiap peserta didik secara daring. Untuk penerapannya, google form sebagai isian angket bisa dibuat sedimikian rupa termasuk membuat link sehingga bisa diakses oleh peserta didik dengan tampilan form-form yang siap diisi sesuai yang dibutuhkan instrument yang dipilih, dengan begitu perolehan data asesmen lebih cepat, efektif dan efisen ditambah lagi dengan memberi fitur formula pada databasenya, kita tanpa harus memproses lagi akan menghasilkan output yang diinginkan seperti laporan, grafik, dan masih banyak lagi. Kelebihan Instrumen asesmen dengan memanfaatkan google form ini yaitu pengisian form dapat dilakukan di manapun dan kapanpun dengan syarat harus terhubung dengan internet.

Baca juga:  Trik Voice Note Meningkatkan Skill Siswa di Masa Pandemi

Dengan bantuan kuota internet untuk peserta didik dan guru dari kemendikbud menjadi lebih mendukung untuk membuat intrumen asesmen secara daring. Pemanfaatan instrumen asesmen daring melalui google form sangat membantu kebutuhan para guru Bimbingan Konseling tanpa harus bertatap muka dan data bisa terhimpun sangat cepat dibandingan dengan model konvensional. Penulis menyakini para guru Bimbingan dan Konseling bisa lebih kreatif dan inovatif dalam membuat instrumen asesmen kebutuhan dengan memanfaatkan fitur google form yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing. Seperti yang diterapkan di SMAN 1 Ambarawa. (gb1/zal)

Guru BK SMAN 1 Ambarawa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya