alexametrics

Ayo Belajar Komunikasi Bisnis dengan Story Completion

Oleh : Dwi Karyani M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KOMUNIKASI bisnis merupakan mata pelajaran dasar dalam program keahlian bisnis dan pemasaran. Materi ini berkaitan dengan pengertian komunikasi dalam bahasa Inggris, unsur-unsur komunikasi dalam bahasa Inggris, jenis ilmu komunikasi dalam bahasa Inggris, dan etika berkomunikasi dalam dunia bisnis menggunakan bahasa Inggris. Pemberian materi ini diberikan agar kelak dapat diterapkan di dunia kerja yang berkaitan dengan hubungan relasi kerja.

Menurut Ainurrahman (2010:87), pembelajaran komunikasi bisnis membutuhkan keaktifan, pemahaman dan keterampilan siswa dalam memahami. Dalam proses pembelajaran, pengembangan potensi-potensi siswa harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Materi pokok pada mata pelajaran Komunikasi Bisnis yang dipelajari oleh siswa kelas X meliputi Kompetensi Dasar (KD) 3.2 yaitu menerapkan komunikasi bisnis dalam bahasa Inggris dan KD 4.2 yaitu melakukan komunikasi bisnis bahasa Inggris.

Aktivitas pembelajaran komunikasi bisnis yang terjadi di kelas X SMK Negeri 1 Kebumen, kurang bisa berjalan secara maksimal. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan seingkali mengandalkan metode ceramah dan masih bergantung pada buku teks pelajaran, sehingga menimbulkan kejenuhan bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Banyak siswa yang hanya pasif dan kadang ditemukan siswa yang masih bermain sendiri atau mengobrol dengan teman sebangku. Proses pembelajaran yang siswa ikuti dianggap kurang menarik sehingga rata-rata nilai UH yang didapat masih banyak yang di bawah angka kriteria ketuntasan minimum (KKM). Untuk mengatasi masalah ini, guru membutuhkan metode yang sesuai untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan bisa lebih optimal.

Baca juga:  Pembelajaran Dual Based Latih Siswa Jadi Entrepreneur

Menurut Ima Nur (2016:17), Story Completion merupakan metode yang menyenamgkan. Seluruh peserta didik punya kesempatan untuk melakukan praktik komunikasi bisnis dalam bahasa Inggris dalam aktivitas speaking bersama-sama. Adapun langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut, pertama, guru menyampaikan materi komunikasi bisnis dalam bahasa Inggris. Selanjutnya meminta peserta didik untuk duduk memutar bersama-sama. Dalam proses pembelajaran ini, guru menyediakan keywords untuk membantu proses ini berjalan dengan menyenangkan. Penggunaan data-show proyektor sangat membantu peserta didik dalam melihat gambar, mencoba berkomunikasi dalam bahasa Inggris menggunakan kata kunci yang ada pada tampilan proyektor. Kedua, guru memberikan kesempatan yang maksimal kepada peserta didik untuk mempraktikan komunikasi bisnis sampai pada target bahasa yang diinginkan. Ketiga, guru menunjukkan tanda-tanda yang positif ketika mengomentari respon dari peserta didik, menanyakan pertanyaan yang bersifat memancing. Contohnya “What do you mean?“ untuk mendorong peserta didik agar berbicara lebih banyak lagi. Diberikan tanggapan seperti Your presentation was really great, it was a good job. Jangan mengoreksi kesalahan peserta didik pada saat mereka berbicara. Pembetulan dalam pronounciation dilakukan setelah mereka melakukan speaking. Dalam mengoreksinya bersifat umum dan bukan ditujukan pada peserta didik tertentu. Keempat, guru mengawasi peserta didik ketika mereka sedang mempersiapkan materi dengan berkeliling kelas. Mendiagnosa masalah yang dihadapi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan dirinya dalam pencapaian target bahasa dan memberikan lebih banyak lagi kesempatan kepada mereka untuk berlatih berkomunikasi. Kelima, guru mengajak siswa untuk membuat simpulan dan melakukan refleksi.

Baca juga:  Whatsapp sebagai Sarana Pembelajaran Efektif di Masa Pandemi Covid-19

Berdasarkan hasil rata-rata nilai praktik komunikasi bisnis pada kelas X SMKN 1 Kebumen dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Story Completion cukup signifikan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi bisnis dalam bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai yang didapatkan siswa mengalami peningkatan sebesar 82,56 persen dari pembelajaran sebelumnya yang hanya menggunakan metode ceramah. (gb1/ida)

Guru SMK Negeri 1 Kebumen.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya