alexametrics

Supervisi Pengawas Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru

Oleh: Saniyem, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DI dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang pembagian kewenangan antara pusat dan daerah telah membawa perubahan pada sistem pengelolaan pendidikan nasional dari sentralistik menjadi desentralistik.

Kualitas mengajar guru secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Untuk itu diperlukan pembinaan terus-menerus dari pengawas dan kelapa sekolah yang antara lain melalui supervisi pengajaran. Menurut Sahertian (2000: 16) konsep supervisi yang digunakan adalah supervisi yang bersifat ilmiah, yang antara lain dilakukan secara sistematis, objektif, menggunakan alat pencatat yang dapat memberikan informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan penilaian terhadap proses pembelajaran di kelas. Kemudian Harris (dalam Sahertian, 2000: 20) menyatakan bahwa supervisi pengajaran adalah segala sesuatu yang dilakukan personalia sekolah untuk memelihara atau mengubah apa yang dilakukan sekolah dengan cara yang langsung untuk mempengaruhi proses belajar mengajar dalam usaha meningkatkan proses belajar siswa.

Baca juga:  Pembelajaran Matematika Bermakna dengan Metode Inkuiri Terbimbing

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi pengajaran adalah upaya memberi layanan kepada kepala sekolah dan para guru baik secara individual maupun kelompok sebagai usaha memperbaiki proses pengajaran. Supervisi pengajaran perlu diarahkan pada upaya-upaya yang sifatnya memberikan kesempatan kepada kepala sekolah dan para guru untuk berkembang secara profesional, sehingga mereka lebih mampu melaksanakan tugas pokoknya yaitu memperbaiki dan meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Dengan supervisi diharapkan para guru mampu mensimulasi dan membimbing pertumbuhan siswa secara kontinyu serta mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern. Supervisi yang baik sangat efektif dalam meningkatkan kualitas sekolah (Boardman dalam Sahertian, 2000 : 16). Supervisi oleh supervisor harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa melalui dua sasaran utama, yaitu Kepala Sekolah dan guru (Hartoyo, 2006 : 72).

Baca juga:  Hidupkan PJJ IPS dengan Kuis Interaktif Berkala

Bagi guru supervisi pengajaran mempunyai nilai yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja guru, khususnya dalam mencapai kualitas profesional dalam pembelajaran. Pengertian di atas mengandung maksud bahwa guru diharapkan dapat berperan aktif sebagai organisator dalam kegiatan pembelajaran, dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas, yang menunjang terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah. Pemahaman akan pengertian dan pandangan mengajar akan banyak mempengaruhi peranan dan aktivitas guru dalam mengajar. Sebaliknya aktivitas guru dalam mengajar serta aktivitas siswa dalam belajar sangat bergantung pula pada pemahaman guru terhadap mengajar.

Mengajar bukan hanya sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan mengandung pengertian yang lebih luas, yakni terjadinya interaksi manusiawi dengan berbagai aspeknya yang cukup kompleks. Guru bertanggungjawab terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswanya dengan cara memberi petunjuk cara-cara belajar yang efektif dan efisien.

Baca juga:  Aplikasi untuk Tes VO2Max saat PJJ agar Lebih Akurat

Menurut Kuswardani (2020: 26) agar kegiatan supervisi dapat berjalan efektif dan optimal, diperlukan kiat-kiat tertentu, antara lain: disosialisasikan kepada semua kepala sekolah dan guru, dilaksanakan dengan efektif, untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanakan supervisi melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Tahap tindak lanjut sangat diperlukan karena hal ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diberikan oleh Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah. Supervisi pengajaran yang dilaksanakan oleh pengawas secara efektif dan optimal dapat meningkatkan profesionalisme guru, yang akan berdampak kepada peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran (Depdiknas, 2006 : 7). Kedudukan guru yang strategis sebagai agen transformasi dalam dunia pendidikan harus mampu menjalankan tugas utamanya yakni mengajar dan mendidik. Realisasi dari tugas guru tersebut secara nyata akan tampak dari kinerjanya, sebagai bukti profesionalismenya, karena dengan melihat sikap profesionalnya itu dapat dilihat kualitas dalam pembelajarannya. Seperti yang diterapkan di TK Korwilcam Biddik, Kendal (ipa2/zal)

Pengawas TK Korwilcam Biddik, Kecamatan Singorojo,Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya