alexametrics

Meningkatkan Hasil Pembelajaran Ancaman terhadap Negara melalui Mind Mapping

Oleh : Dra. Siti Chotidjah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setiap warga negara diharapkan mencintai tanah airnya. Dengan demikian diharapkan setiap warga negara juga ikut terlibat langsung dalam usaha mencegah ancaman yang dihadapi oleh negara.

Ancaman terhadap negara (integrasi nasional) bisa datang dari mana saja. Baik dari dalam negara maupun luar negara. Pengenalan macam-macam ancaman yang dihadapi negara harus mulai dikenalkan secara awal. Siswa SMK merupakan kalangan anak muda yang mudah sekali terprovokasi, sehingga sangatlah perlu diberi materi tentang ancaman-ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia.

Pendidikan kewarganegaraan sering dianggap sebagai representasi pendidikan moral. Mata pelajaran ini memilki visi yang khas bernuansa moral, yakni terbentuknya warga negara yang baik (good citizen) dalam rangka nation and character building (Muchson AR& Samsuri, 2013: 87).

Ancaman bagi integrasi nasional tersebut bisa datang dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri ada dalam berbagai dimensi kehidupan. Ancaman tersebut biasanya berupa ancaman militer dan non-militer. Contoh ancaman yang berasal dari luar misalnya intervensi negara lain terhadap wilayah Indonesia. Sedangkan ancaman dari dalam negara kita adalah adanya terorisme, gerakan-gerakan anti-Indonesia dan lain-lain.

Baca juga:  V-Lab Semangatkan Belajar Titrasi Asam Basa

Oleh karena itu materi tentang pengetahuan tentang ancaman terhadap negara sangat perlu disampaikan dari awal supaya siswa dapat ikut berperan dalam menanggulangi ancaman yang berasal dari dalam maupun dari luar dengan mengembangkan rasa cinta terhadap tanah air kita.
Cogan (Winarno, 2013: 4) mengartikan pendidikan kewarganegaraan adalah suatu mata pelajaran dasar di sekolah yang dirancang untuk mempersiapkan warga negara muda, agar kelak setelah dewasa dapat berperan aktif dalam masyarakatnya.

Dalam pembelajaran ini permasalahan yang timbul adalah bagaimana cara agar siswa kelas X TKJ 1 SMKN 5 Semarang mendapat gambaran yang jelas tentang wujud cinta kepada tanah air agar bisa ikut berperan aktif dalam mencegahan ancaman terhadap negara sesuai tugasnya sebagai pelajar.
Untuk permasalahan tersebut penulis menggunakan model pembelajaran mind mapping dalam melaksanakan pembelajaran. Guru mata pelajaran memberikan video adanya kapal asing yang ke wilayah indonesia dan adanya gerakan sparatis yang ingin memecahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga:  Memahami Konsep Listrik Dinamis melalui Mind Mapping

Kemudian siswa dalam kelas dibuat dalam 6 kelompok yang nantinya tiap 2 kelompok diminta membuat laporan dan foto bentuk ancaman terhadap negara yang terjadi di tingkat : negara, masyarakat dan sekolah yang dikirim ke guru mata pelajaran. Masing masing kelompok menuliskan laporan hasil diskusi yang hasilnya dikirim lewat WA. Kemudian siswa kelompok lain secara individu memberi tanggapan dengan menuliskan tanggapan secara langsung. Dari hasil tanggapan siswa ke masing masing kelompok, guru membuat ringkasan hasil diskusi masing masing kelompok dan ke sampaikan sebagai bahan materi di google class. Pada pertemuan berikutnya siswa diberi tugas soal yang berasal dari hasil diskusi siswa di WA lewat google class.

Baca juga:  Penggunaan Peta Minda dapat Meningkatkan Belajar Siswa Lebih Bermakna

Ternyata hasil tugas yang diberikan menunjukkan siswa sudah memahami dan mengerti tentang ancaman-ancaman terhadap negara. Hal ini dilihat dari hasil pekerjaan kelas X TKJ 1 SMKN 5 Semarang yang menunjukkan semua siswa mencapai nilai yang baik (tidak di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal). Adapun siswa yang belum bisa mencapai KKM dikarenakan tidak membaca materi dari guru lewat google class, dan setelah diberi tes ulangan hasilnya bisa mencapai nilai yang baik. (ipa1/lis)

Guru PPKn SMKN 5 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya