alexametrics

Drill Tingkatkan Belajar Praktik Menghis Kue

Oleh : Siti Nurjanah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menghias kue merupakan bagian yang paling menarik di dalam pengolahan kue. Menghias kue itu sendiri sebetulnya tidak ada batasannya dalam mengaplikasikan atau mengkreasikan segala macam bentuk seni. Apabila kita menyadari kreatifitas seni yang kita miliki tidak memadai, kita bisa menghias kue hanya dengan membuat aneka macam garis. Melihat segala macam inspirasi seni di sekitar kita, atau misalnya dengan mencontoh dari buku tentang dekorasi cake, dan majalah.

Biasanya jenis kue yang sering digunakan untuk dekorasi antara lain kue ulang tahun, kue pernikahan, cup cakes, atau segala jenis kue yang menggunakan butter cream sebagai salah satu bahan yang dominan. Seni menghias kue biasanya menjadikan sebuah kue memiliki tampilan yang berbeda dari biasanya. Dengan menggunakan butter cream dan fondant, kue akan dibentuk sedemikian rupa sehingga memiliki tampilan yang unik, menarik, dan memiliki nilai seni. Tujuan menghias kue antara lain meningkatkan kualitas kue dalam hal penampilan, rasa, rupa dan bentuk, menutup kekurangan pada bentuk fisik yang kurang menarik, menyatakan ungkapan atau maksud menghias kue (ucapan selamat), menjadi pusat perhatian (center of interest).

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas Belajar Siswa dengan Blended Learning

Melihat demikian detail dan luasnya seni menghias kue maka pembelajaran ini tidak bisa diberikan dalam satu kali tatap muka, namun pembelajaran ini harus diberikan latihan-latihan terlebih dahulu. Untuk itu pendidik menemukan ide untuk melakukan proses pembelajaran model drill.

Metode drill merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan pada kegiatan latihan yang dilakukan berulang-ulang secara terus menerus untuk menguasai kemampuan atau keterampilan tertentu. Berdasarkan pendapat Roestiyah NK (2001: 125). Metode drill adalah teknik yang dapat diartikan sebagai suatu metode mendidik dimana peserta didik melakukan kegiatan latihan agar peserta didik mempunyai keterampilan lebih tinggi dari yang dipelajari (https://meenta.net/metode-drill).

Untuk meningkatkan keterampilan praktek menghias kue kelas XII Boga 3 SMK Negeri 3 Magelang dilakukan dengan metode drill, dimana pada pertemuan pertama siswa melakukan praktik dengan menggunakan loyang bulat dengan diameter 18 cm, tinggi 7 cm sebagai pengganti kue dan butter cream yang sudah jadi.

Baca juga:  Pentingnya Pendidikan Akhlak Siswa di Madrasah

Prinsip-prinsip menghias kue meliputi : tema, pusat perhatian, serasi, seimbang dan tepat. Peralatan yang digunakan dalam menghias kue adalah, lazy susan (meja berputar) yaitu alat untuk meletakkan kue yang ingin dihias. Rolling pan untuk menipiskan rolled fondant atau marzipan. Kantong dekorasi atau piping bag untuk diisikan krim mentega. Spuit merupakan corong berbagai bentuk untuk mengeluarkan krim mentega dari kantong dekorasi. Kertas berpola dipakai untuk menutupi permukaan kue yang ingin dihias dengan ayakan tepung gula dan bubuk coklat.

Siswa melakukan latihan dengan berbagai tema dan menggunakan bentuk hiasan yang beraneka ragam bentuk mulai dari bentuk kerang, pagar, bunga dan ada yang menggunakan marzipan yang dibuat bunga. Penggunaan pewarna pada butter cream juga beraneka warna, ada warna putih, hijau, merah, kuning, biru, pink dan juga warna coklat.

Baca juga:  Peran Guru Agama sebagai Pendamping Siswa “Yatim Sosial”

Selain butter cream siswa juga ada yang menggunakan coklat blok sebagai hiasan tambahan. Pada pertemuan kedua siswa sudah menyiapkan berbagai keperluan yang dibutuhkan untuk menghias kue meliputi : sponge cake sebagai bahan dasar kue yang akan dihias, peralatan, butter cream dan coklat. Siswa meletakkan kue pada posisinya, memoles permukaan kue baik bagian sisi maupun permukaan atasnya kemudian menghias bagian pinggiran permukaan kue sesuai dengan tema masing-masing. Pada pertemuan ini siswa sudah terampil membuat hiasan sesuai dengan tema karena sebelumnya sudah melakukan latihan.

Kelebihan dari metode drill pada pembelajaran praktik menghias kue pada siswa SMK Negeri 3 Magelang kelas XII Boga 3 menurut pengamatan penulis, siswa mampu belajar praktik dengan cekatan, terampil, kreatif dan aktif. (ag1/lis)

Guru Tata Boga SMKN 3 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya