alexametrics

Asyiknya Belajar IPA dengan Teka-teki Silang

Oleh : Yuli Aryanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses pembelajaran, guru memegang peranan yang sangat penting. Semua kegiatan dalam pembelajaran menjadi tanggungjawab guru sepenuhnya, sekaligus sebagai penentu berhasil tidaknya proses pembelajaran tersebut. Pada masa pandemi Covid-19 ini, keterbatasan guru dalam menyampaikan materi pelajaran sering menjadi salah satu kendala terhadap pencapaian tujuan belajar.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode daring yang digunakan pada masa pandemi ini biasanya bersifat monoton, hanya terfokus pada pengerjaan tugas yang berupa soal. Hal ini bisa menyebabkan kejenuhan bagi peserta didik. Agar tidak membosankan guru dituntut untuk lebih dapat berinovasi dan kreatif dalam menggunakan metode dan teknik-teknik baru, misalnya dalam memilih media pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Salah satu contohnya yaitu dengan menggunakan permainan “Teka-teki Silang”.

Baca juga:  Bermain Kertas Lipat Permudah Siswa Belajar Simetri Lipat pada Bangun Datar

Menurut Rinaldi Munir (2005) teka-teki silang merupakan suatu permainan dengan tempelate yang berbentuk segi empat yang terdiri dari kotak-kotak yang berwarna hitam putih, serta dilengkapi dua lajur yaitu mendatar (kumpulan kotak yang berbentuk satu baris dan beberapa kolom) dan menurun (kumpulan kotak satu kolom dan beberapa baris). Dalam TTS disediakan sejumlah pertanyaan, yang digunakan sebagai kunci untuk mengisi serangkaian kotak-kotak kosong yang didesain sedemikian rupa.
Pemberian tugas dalam bentuk permainan TTS ini telah digunakan saat pembelajaran daring di kelas 7 SMP Negeri 1 Sukorejo pada materi “Tata Surya”. Guru mempersiapkan kotak-kotak TTS beserta soal-soal pertanyaan yang berhubungan dengan materi tersebut. TTS dari guru dikirim kepada peserta didik melalui media sosial (WhatApp Group).

Baca juga:  Asyiknya Belajar Pronoun dengan Traditional Song

Selanjutnya peserta didik mencetak dan mengisi kotak TTS-nya, kemudian mengirimkan kembali jawabannya melalui WhatsApp. Mengingat karakteristik peserta didik yang pada umumnya senang untuk diajak bermain, dengan TTS ini diharapkan peserta didik lebih antusias dalam mengikuti pelajaran karena pada waktu mencari dan menemukan jawaban dilakukan secara santai dan menyenangkan.

Pada saat mengerjakan TTS, secara otomatis peserta didik juga sekaligus sudah sambil belajar materi tentang Tata Surya tersebut. Penerapan permainan TTS sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran dapat melatih keterampilan berpikir dan penalaran, serta dapat menambah pengetahuan dan wawasan peserta didik sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Bila pada saat pengisian TTS dalam kondisi pikiran jernih, rileks dan tenang maka dapat membangunkan saraf-saraf otak yang memberi efek menyegarkan ingatan dan membuat memori otak kuat sehingga dapat meningkatkan daya ingat dan membuat fungsi otak akan kembali optimal. Dapat dikatakan jika proses pembelajaran berlangsung dalam keadaan santai, maka materi yang diajarkan akan lebih masuk dan mengena dalam otak sehingga pembelajarannya menjadi lebih efektif.

Baca juga:  Model Discovery Learning Tingkatkan Keaktifan Belajar PPKn

Oleh karena permainan TTS termasuk permainan untuk mengasah otak yang banyak sekali manfaatnya terutama dapat menyegarkan ingatan dan mengoptimalkan fungsi otak, maka permainan TTS tersebut cocok sekali jika digunakan sebagai media pembelajaran pada masa pandemi saat ini. Dengan permainan tersebut dapat mengurangi kejenuhan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring karena pelajarannya menjadi lebih bervariasi. (ti2/lis)

Guru IPA SMP Negeri 1 Sukorejo, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya