alexametrics

Pentingnya Literasi untuk Siswa Sekolah Dasar di Masa Pandemi

Oleh : Sri Narti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan pendidikan merupakan wacanan bagi dunia pendidikan, penyempurnaan dan pembaharuan terjadi pada kurikulum pendidikan di Indonesia. Konsep baru Kurikulum 13 digulirkan demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Sebagai seorang pendidik diperlukan keterampilan dalam meningkatkan minat belajar siswa.

Salah satu cara yang ditempuh sebagai seorang pendidik adalah dengan memberi motivasi kepada siswa untuk selalu belajar. Baik itu belajar membaca, menulis, dan berhitung. Karena anak sekolah dasar dituntut untuk dapat menguasai ketiga aspek tersebut sebagai dasar melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu aspek yang merupakan dasar dalam pembelajaran adalah membaca atau dalam bahasa lain literasi.

Menurut Harvey J. Graff (2006), literasi ialah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca. Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan dan berhitung. Tujuan literasi dasar ialah untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berkomunikasi dan berhitung.

Sebelum kegiatan ini dilaksanakan siswa mengerjakan soal memerlukan waktu agak lama untuk memahami isi soal tersebut. Apalagi soal yang membutuhkan penalaran yang lebih atau dikenal dengan soal Higher Order Thinking Skiils (HOTS). Tetapi setelah literasi ini dilaksanakan pemahaman siswa dalam mengerjakan soal cenderung lebih cepat yang secara otomatis meringankan hasil belajar siswa di kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 03 Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.

Baca juga:  Mudah dan Asyik Belajar Interaksi Sosial dengan Project Based Learning

Literasi diterapkan di SD Negeri 03 Kendalsari khususnya kelas satu dengan metode setiap hari membaca selama 10 menit. Hal tersebut dilaksanakan untuk membantu pengetahuan siswa dalam hal membaca. Dengan kegiatan ini ternyata sangat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya.
Bahkan dalam pembelajaran matematika yang menggunakan soal cerita hal ini sangat membawa pengaruh yang signifikan. Beberapa siswa yang memiliki kendala sulit membaca perlahan-lahan sudah dapat mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa siswa yang awalnya mengalami kesulitan membaca dengan pendekatan ini lambat laun bisa mengikuti bahkan siswa tersebut sudah bisa membaca dengan lancar. Kegiatan-kegiatan evaluasipun berjalan lancar. Siswa hampir bisa mengerjakan evaluasi yang diberikan oleh guru.

Baca juga:  Guru Inovatif Tingkatkan Potensi Olahraga Siswa SD selama PJJ

Beberapa guru juga mengadakan hal yang sama sehingga program literasi ini bisa berlanjut ke kelas yang lebih tinggi dengan harapan siswa akan memiliki kebiasaan membaca. Karena kebiasaan tersebut sangan mendukung pada proses pembelajaran baik secara tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kegiatan literasi bisa dilaksanakan sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung. Metode yang dilaksanakan sebelum pembelajaran 10 menit di dalam kelas. Dan setelah pembelajaran 5 menit, hal ini bertujuan agar siswa tidak bosan dalam pembelajaran. Di rumah siswa diberi tugas literasi ini selama 10 menit dengan bacaan yang telah ditentukan oleh guru. Naskah bisa diambil dari bacaan maupun ditulis sendiri oleh guru, hal ini tergantung dari kretivitas guru dalam membuatkan naskah atau bacaan yang diambil dari berbagai sumber.

Setelah itu siswa diberi tugas menyimpulkan isi dari bacaan yang telah dibaca dan ditulis menggunakan bahasa sendiri. Apabila hal tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan maka hasil belajar dari siswa akan meningkat. Secara langsung manfaat yang diperoleh adalah siswa lebih cepat dalam mengerjakan evaluasi yang diberikan oleh guru. Waktu yang diperlukan untuk membaca juga lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini bisa terjadi karena siswa terbiasa membaca yang semakin hari akan menambah perbendaharaan kata maupun penguasaan dalam intonasi dan ketepatan dalam ejaan.
Sebelumnya dalam membaca pada pelajaran bahasa Indonesia siswa lebih lama maka setelah progam literasi ini dilaksanakan, kegiatan menjadi lebih cepat. Siswa lebih mudah dalam memahami soal-soal yang diberikan guru.

Baca juga:  Ciptakan Pembelajaran Interaktif dengan Sapu Tangan Ajaib

Kendala-kendala yang dialami beberapa siswa dengan kegiatan ini menjadi lebih efektif. Sehingga kegiatan pembelajaran-pembelajaran yang dilaksanakan menjadi lebih mudah. Ada umpan balik dari siswa yang bermuara pada hasil belajar siswa yang semakin meningkat. (pg2/lis)

Guru SDN 03 Kendalsari, Kec. Petarukan, Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya