alexametrics

Pengalaman Pembelajaran Jarak Jauh pada pelajaran PKWU

Oleh : Titik Purwaningrum, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, “Dengan kondisi darurat covid menganjurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari rumah agar dipastikan gurunya juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan guru. Itu sangat penting. Dan walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti gurunya hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya. Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Mohon walaupun bekerja dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing” (Mendikbud, Jakarta 24 maret 2020).

Setelah menerima informasi tersebut awal yang saya lakukan memulai berkomunikasi melalui WA group (WAG) kelas yang sebelumnya sudah saya bentuk. Dalam pemikiran saya sebagai guru bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus menggunakan beberapa aplikasi tertentu. Sedangkan saya masih awam dalam penggunaan beberapa aplikasi pembelajaran, tetapi saya tetap terus harus belajar dengan guru lain atau mengikuti pelatihan-pelatihan online.

Saat saat awal pelaksanaan sangat banyak sekali mengalami berbagai macam kendala, tetapi saya terus belajar dan belajar untuk bisa menguasai aplikasi yang ada untuk menyampaikan pembelajaran khususnya pelajaran PKWU kelas XII di SMA N 1 Kesesi. Pengalaman saya dalam merancang dan menerapkan pembelajaran jarak jauh adalah sebagai berikut : 1) Pemetaan kompetensi dasar menentukan Kompetensi dasar yang esensial yang sudah diterbitkan oleh pemerintah (Kemendikbud). 2) Mengidentifikasi kelas dan peserta didik yang akan menjadi sasaran dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu dengan menentukan jenis aplikasi yang sesuai dalam perencanaan PJJ daring. 3) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran daring atau online. 4) Melaksanakan secara daring atau online dengan memilih kombinasi beberapa aplikasi dalam pembelajaran (yang pastinya aplikasi yang sudah saya kuasai). 5) Berinteraksi melalui WA group peserta didik, orangtua/wali peserta didik/ guru wali kelas/ BK (untuk meminimalkan hambatan-hambatan yang ditemui).

Baca juga:  Laboratorium Virtual di Masa Pandemi

Kondisi awal banyak peserta didik sangat antusias untuk bergabung dalam pembelajaran dan merespon baik setiap pembelajaran, peserta didik merasa tidak terbebani semua pembelajaran yang diberikan, muncul kreativitas yang baik dari anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Seiring dengan berjalannya waktu mulai muncul berbagai kendala atau alasan-alasan di sampaikan peserta didik diantaranya adalah terbatasnya quota internet (banyak pelajaran yang menghabiskan atau menyedot kuota besar karena aplkasi-aplikasi bermacam-macam yang digunakan masing-masing guru), sinyal yang jelek, tidak punya HP memadai dan berbagai alasan yang muncul menyebabkan semangat peserta didik semakin menurun. Sehingga dalam penyelesaian tugas kurang optimal. Dalam hal ini saya selaku guru tetap berusaha terus berinteraksi dengan peserta didik melalui WA group maupun melakukan panggilan telepon atau WA khusus langsung kepada yang bersangkutan maupun orang tua atau wali peserta didik sebagai pendukung dan memperhatikan kesiapan para peserta didik. Demikian juga dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait semisal dengan wali kelas atau pun dengan guru BK-nya.

Baca juga:  Penerapan Asesmen Portopolio dapat Mengukur Kemampuan Psikologi Siswa

Kemudian juga mencari tahu di pertengahan pembelajaran bagaimana tentang pembelajaran daring yang sudah terlaksana, Komentar peserta didik selama pembelajaran daring , penyampaian materi–materi yang masih dirasa kurang atau sulit dipahami peserta didik hal ini perlu dilakukan untuk mengevaluasi kembali agar dapat mencari cara lebih tepat lagi untuk pembelajaran akan di sampaikan selanjutnya.

Dengan mengetahui kendala-kendala atau hambatan-hambatan yang dirasakan atau disampaikan peserta didik saya dapat menentukan langkan dengan memberikan batasan penyelesaian tugas agak diberi kelonggaran (waktu pengumpulan), mengingat kurangnya fasilitas yang dimiliki peserta didik kurang memadai dan penugasan tidak terlalu berat dan bisa terselesaikan dengan fasilitas yang dimiliki peserta didik. (pg1/ton)

Baca juga:  Blended Learning Salah Satu Solusi Pembelajaran Masa Pademi Corona

Guru SMA Negeri 1 Kesesi Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya