alexametrics

Senangnya Belajar Matematika dengan Inside Outside Circle

Oleh : Dhiah Wijayanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur matematika serta mencari hubungan hubungan antara konsep dan struktur matematika. Menurut Piaget, (2006 : 2007) pada umumnya siswa sekolah dasar berumur 6/7 – 12 tahun berada pada operasional konkret sebab berpikir logika siswa didasarkan pada manipulasi fisik objek-objek konkret. Teori Belajar Bruner pada pembelajaran Matematika materi pokok pecahan meliputi tahap enaktif, tahap ikonik dan tahap simbolik. Pembelajaran Matematika Kelas Tiga mempunyai pokok bahasan Pecahan. Materi ini mencakup Kompetensi Dasar (KD) 3. 4 tentang Mengeneralisasi ide pecahan sebagai bagian dari keseluruhan menggunakan benda-benda konkret dan Kompetensi Dasar (KD) 4.4 tentang Menyajikan pecahan sebagai bagian dari Keseluruhan menggunakan benda-benda konkret.

Kegiatan pembelajaran Matematika kelas tiga di SDN 03 Mendelem Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang masih belum bisa berjalan secara maksimal. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran materi pecahan. Mereka belum bisa memahami dan mengidentifikasi pecahan sebagai bagian dari benda konkret dengan tepat. Selain itu kegiatan pembelajaran yang terjadi masih searah. Siswa terfokus pada guru serta buku pelajaran pada saat guru menyampaikan materi. Pemahaman dan penguasaan materi dari siswa yang masih minim tentang matematika ditambah dengan kurangnya variasi dalam memilih metode dan media pembelajaran menjadikan siswa menjadi bosan dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran. Akibatnya hasil nilai yang didapat pada penilaian harian masih banyak yang belum mencapai ketuntasan minimum. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih model pembelajaran yang menarik.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Mengerjakan Penjumlahan dan Pengurangan dengan Media Potongan Lidi

Menurut Ngalimun (2016:124), model pembelajaran Inside Outside Circle atau diterjemahkan sebagai model pembelajaran Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar adalah model pembelajaran koopertaif di mana dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.

Adapun langkah langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut : Pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, apersepsi, motivasi, dilanjutkan dengan membagikan lembaran tugas berisi topik materi pecahan kepada siswa untuk dipelajari. Setelah siswa mempelajari materi tentang pecahan tahap selanjutnya adalah membuat lingkaran. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya. langkah terakhir, guru dan siswa menarik simpulan bersama.

Baca juga:  Serunya Belajar Jenis Cedera dengan Metode Demonstrasi

Aktifitas pembelajaran Matematika dengan metode pembelajaran Inside Outside Circle pada siswa kelas tiga SDN 03 Mendelem Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang dapat mengembangkan dan melatih sikap, nilai dan keterampilan siswa. Siswa tidak hanya menghafal materi yang diberikan guru, namun siswa dapat memahami yang dipelajari dan mampu menelaah materi Pecahan dengan baik. Dilihat dari ketuntasan klasikal hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari 53,2% meningkat menjadi 82,7%, dengan demikian indikator keberhasilan telah tercapai dengan baik. (gb1/ton)

Guru Kelas Tiga SDN 03 Mendelem Kec. Belik Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya