alexametrics

Atasi Mental Block Siswa dengan Metode Hypnoteaching

Oleh : Idha Ariyaningsih S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ADA manusia yang memiliki kemampuan bermacam-macam. Ada yang lemah saat diberi deretan angka, namun sangat lihai memainkan kuas. Ada yang sangat gugup ketika diperintahkan berpidato, tapi sangat mahir jika menyelesaikan pekerjaan komputer. Karena sifat inilah, manusia memiliki potensi untuk menjadi genius dalam bidang masing-masing. Ada kemungkinan semua anak memiliki potensi seperti Albert Enstein di bidangnya masing-masing. Inilah tugas guru untuk mengeksplorasi kemampuan anak agar dapat menemukan kemampuannya (Navis, 2013). Beberapa kondisi menunjukkan bahwa pendidikan kita belum mampu membangun karakter bangsa. Karena, hingga saat ini praktik pendidikan yang terjadi di kelas-kelas tidak lebih dari latihan-latihan skolastik, seperti mengenal, membandingkan, melatih, dan menghafal (Surachmad Winarno, 2003).

Berdasarkan pengamatan dalam pembelajaran Tematik secara daring di SDN 02 Kebonagung, masih banyak siswa yang kurang termotivasi dalam pempelajaran Tematik. Pada umumnya mereka memandang bahawa pembelajaran Tematik secara daring kurang menarik yang berakibat tidak tertibnya pengumpulan tugas. Terkadang siswa berpikiran bahwa mata pelajaran Tematik itu sulit dan rumit. Jika siswa sejak awal pembelajaran sudah mengalami mental-block dengan mengatakan Tematik itu sulit, pembelajaran daring itu membosankan, dapat dipastikan siswa akan semakin tidak ingin belajar. Bahkan tugas sekolah pun, akhirnya orang tua yang membuat.

Baca juga:  Meningkatkan Ketrampilan Menulis Teks Prosedur melalui Discovery Learning

Maka guru harus memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan oleh undang-undang, agar dapat melaksanakan tugas dan perannya dengan baik dan benar sebagai pelaksana pendidikan. Salah satu kualifikasi yang harus dipenuhi oleh guru adalah kompetensi. Yaitu, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Dalam menyelesaikan masalah ini, guru harus mengerti dan dapat mempraktikkan konsep pedagogik yang efektif agar tujuan pendidikan tercapai. Peran guru dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran sangatlah besar. Tiap-tiap guru tentu mempunyai cara yang berbeda-beda dalam menyampaikan pengajaran.

Maka di sini penulis menerapkan metode Hypnoteaching. Metode ini merupakan perpaduan antara pembelajaran yang kreatif, sekaligus unik dan imajinatif. Guru bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi sekarang dan mengolaborasikan dengan sesuatu yang sering diketahui oleh siswa selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ), yaitu kata Review. Jadi cara itu sering digunakan oleh beberapa blogger untuk menyampaikan informasi kepada viewers-nya. Tentunya, kata tersebut sudah tidak asing lagi bagi siswa zaman sekarang, khususnya kelas 6 SD.

Baca juga:  Serunya Belajar Bilangan dengan Media Papan Perjalanan

Maka dari itu, guru bisa memanfaatkannya untuk mengatasi beberapa masalah di atas. Misal pada tema 1 mata pelajaran Tematik “Keluargaku”, langkah pertama, guru menyampaikan materi dengan semenarik mungkin. Setelah selesai, berikan beberapa pertanyaan untuk mengulas kembali ingatan siswa selama pembelajaran tadi. Bisa dibuat dalam bentuk kuis tanya jawab atau lainnya. Setelah selesai pembelajaran, minta siswa untuk mengumpulkan tugas “siswa diminta untuk menyebutkan nama bagian-bagian bunga” dengan metode rivew dalam bentuk video berdurasi 3-5 menit dan siswa diminta sekreatif mungkin dalam membuat video rivew itu. Teknis pengumpulan tugasnya yaitu melalui whatsapp group (WAG) atau langsung melalui whatsApp pribadi guru.

Dengan dilakukannya metode Hypnoteaching itu, siswa di SDN 02 Kebonagung mulai terlihat lebih rajin mengerjakan tugas-tugasnya sendiri. Siswa terlihat lebih senang. Ternyata pembelajaran Tematik itu tidak sulit dan tidak membosankan. (ti2/ida)

Baca juga:  Project Based Learning, Trik Ampuh atasi Kebosanan PJJ

Guru SDN 02 Kebonagung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya