alexametrics

ProgramUpskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK

Oleh : Suryani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan kejuruan (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) mempunyai arti yang bervariasi. Menurut Putu Sudira (2012: 13) di Indonesia pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Di SMK terdapat banyak sekali program keahlian. Bagaimanakah SMK dapat menciptakan lulusan yang kompeten sesuai yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)?

Guru merupakan komponen terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan. Demi terselenggaranya pendidikan yang baik, guru dituntut memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Yaitu memiliki kompetensi pedagogik, profesionalisme, kepribadian dan sosial.

Guru SMK, terutama guru kejuruan memiliki peranan penting dalam membentuk siswa agar kompeten di bidangnya. Hal tersebut dikarenakan, setelah menuntaskan pendidikan di SMK, siap untuk bekerja. Perubahan teknologi dan penerapan kemajuan teknologi di Dunia Usaha dan Dunia Industri menjadi suatu yang urgen untuk dilakukan dan dikuasai oleh guru SMK. Sehingga model serta materi pembelajaran yang digunakan guru akan sesuai dengan kebutuhan, tren dan prediksi masa depan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Pembagian dengan Stik Es Krim

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat terobosan baru dengan program “Penikahan Massal” antara Pendidikan Kejuruan (Vokasi) dengan DUDI melalui program upskilling dan reskilling guru SMK. Program upskilling adalah peningkatan kemampuan guru. Reskilling adalah pelatihan kemampuan baru bagi para guru. Kemendikbud membuka kesempatan bagi ribuan guru SMK untuk mengikuti ini.

Dengan perkembangan teknologi di industri yang cepat, SMK harus mampu beradaptasi dengan pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual dengan industri.

Program upskilling dan reskilling guru kejuruan SMK dilakukan secara pembelajaran daring dan pembelajaran campuran sesuai kompetensi dan keterampilan kejuruan yang akan dicapai guru. Pelatihan ini terbuka bagi guru SMK yang memiliki usia di bawah 50 tahun dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Baca juga:  Dengan Bola, Mudah Pahami Cara Perpindahan Kalor

Penulis salah satu guru SMK Negeri 1 Ngablak ikut program upskilling dan reskilling guru kejuruan berstandar industri proses industri kasir mulai 28 September 2020 sampai 30 Nopember 2020. Pembelajaran dilaksanakan secara daring mulai tanggal 28 Sepetember sampai 17 Oktober 2020. Pendalaman materi industri secara tatap muka dilaksanakan mulai 19 Oktober 2020 sampai 30 November 2020. Dilanjutkan dengan proses kegiatan industri dan uji sertifikasi keahlian kompetensi di industri (Carrefour Kota Serang Banteng) mulai tanggal 25 Oktober sampai dengan 30 November 2020.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penulis dan siswa. Selama di industri benar-benar praktik seperti karyawan perusahaan, mulai dari jam kerja sampai dengan pekerjaan sebagai kasir yang profesional. Teori yang ada di sekolah diterapkan di industri. Misalnya kriteria kasir mempunyai integritas tinggi, ramah dan murah senyum, tanggap, teliti, tanggung jawab, antusias dan ceria (Puji Nuryati, dkk: 36).

Baca juga:  Microsoft Sway dan Microsoft Form Media Interaktif dalam Pembelajaran IPA

Teori di sekolah sebagaian besar sudah sesuai dengan perusahaan walaupun banyak ilmu yang ada di perusahaan belum diterapkan di sekolah. Semua ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama praktik di industri penulis sampaikan kepada siswa lewat video karena masih pembelajaran jarak jauh. Untuk uji kompetensi keahlian kelas XII juga mengacu pada kegiatan kasir di perusahaan. Sehingga diharapkan siswa setelah lulus benar-benar kompeten sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri. (pm1/lis)

Guru Produktif Pemasaran SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya