alexametrics

Dampak Positif Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Siswa saat Pandemi

Oleh : Heni Lusianti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi akhir – akhir ini berjalan sangat pesat yang membawa kita pada peradaban baru. Kita semua tidak bisa memungkiri bahwa hal tersebut membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Karena hanya dengan menggunakan smartphone, kita bisa melakukan berbagai aktivitas. Seperti melakukan komunikasi, mencari berbagai informasi, mendapat layanan dari instansi tertentu berupa layanan e-¬commerce untuk berbelanja secara online, layanan tiket online, ataupun layanan online lainnya yang bisa masyarakat manfaatkan dengan sebaik – baiknya.

Dampak tersebut di atas juga bermanfaat untuk kemajuan dunia pendidikan. Kini siswa yang tinggal di pelosok desa terpencil dapat menikmati internet. Oleh karena itu, informasi yang mereka dapatkan saat ini tidak bergantung pada narasumber guru dan buku saja. Melalui internet, para siswa mendapat tambahan pengetahuan dan wawasan yang baru dengan sangat mudah dan cepat. Terlebih pada saat pandemi Covid 19 yang terjadi sekarang ini, dimana pembelajaran sekolah dilarang tatap muka sehingga siswa belajar di rumah masing – masing dengan sistem pembelajaran daring. Yaitu siswa mendapat materi dan tugas dari guru melalui aplikasi internet yang bisa siswa akses menggunakan smartphone misalnya whatsapp, email, classroom, Zoom Cloud Meetings atau aplikasi pembelajaran daring kerja sama dengan Kemendikbud seperti Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, IndonesiaX, Google for Education, kelas pintar, Microsoft Office 365 dan Quipper School. Dengan begitu pembelajaran akan tetap berjalan walaupun tanpa tatap muka.

Baca juga:  Belajar Energi, Aktif dengan Bereksperimen

Di samping memberikan banyak dampak positif, ternyata masih ada dampak negatif yang bisa terjadi dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Kemajuan yang ada sekarang bagi sebagian siswa bisa menurunkan semangat belajar karena informasi dapat diperoleh dengan mudah, dan juga tidak sedikit siswa yang hanya melakukan copy paste dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Di sini peran guru sangat penting, sebab harus bisa membimbing dan mengawasi siswanya dalam memanfaatkan teknologi untuk belajar. Peran orang tua juga tidak kalah pentingnya, selama siswa belajar di rumah orang tua harus bisa mengarahkan supaya tidak salah dalam menggunakan smartphone sebagai media pembelajaran.

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS dengan Tutor Sebaya

Elliot Masie, Cisco, dan Cornellia (Munir, 2009: 168) menyatakan pengertian e-learning adalah pembelajaran dimana bahan pembelajaran disampaikan melalui media elektronik seperti internet, intranet, satelit, tv, CDROM, dan lain-lain. Jadi e-learning tidak hanya dapat dilakukan dengan internet, banyak contoh media elektronik yang dapat digunakan, dan internet merupakan salah satu bagian dari e-learning.

Teknologi informasi dan komunikasi dapat dijadikan sebagai alat untuk memudahkan proses mengajar oleh guru. Selain itu, dapat dimanfaatkan oleh para siswa pula untuk menggali lebih banyak ilmu. Apabila guru dan siswa mampu menggunakan teknologi ini dengan baik, maka kualitas pendidikan di Indonesia pun akan semakin membaik. Teknologi informasi dan komunikasi telah jadi penolong media pembelajaran selama kondisi pandemi Covid 19. (ag2/ton)

Baca juga:  Belajar Perkembangbiakan Vegetatif dengan Metode Demonstrasi

Guru SDN 03 Wonogiri

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya