alexametrics

Daring (Meguru Karo Wong Nom)

Oleh : Cicik Tri Wahyuni, MPd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid -19 sudah menyebar sedemikian pesat. Otomatis berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan mengalami transformasi yang demikian pesat. Semuanya harus berjalan secara online. Kondisi ini membuat dunia pendidikan kalang kabut karena ketidaksiapan akibat perubahan secara spontan.

Pembelajaran yang umumnya dilakukan secara tatap muka antara guru dengan siswa, dalam satu tahun ini tidak dapat berjalan demi pembatasan sosial. Pembelajaran daring merupakan satu-satunya pilihan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pembelajaran daring/internet learning merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan sistem daring yang memanfaatkan internet. Menurut Bilfaqih & Qomarudin, pembelajaran daring merupakan program penyelenggaraan kelas pembelajaran dalam jaringan untuk menjangkau kelompok target yang masif dan luas.

Dengan penerapan pembelajaran daring ini, secara otomatis tenaga pendidik harus meleburkan diri mengenal IT untuk mengajar. Harus berinisiatif belajar dari pasukan muda milenial yang sangat mahir dengan teknologi.

Pada awal penerapan pembelajaran online, WhatApp (WA) merupakan media paling siap dalam proses pembelajaran yang sifatnya spontan. Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan kebutuhan media pembelajaran pendamping WA mulai dirasakan, sehingga dengan semangat yang membara guru mulai mendekat lagi kepada pasukan muda untuk belajar Google Classroom. Melalui media inipun para siswa juga nyaman, karena dapat menyerahkan tugas melalui classroom, guru dapat memantau, menilai tugas di manapun dan kapanpun tanpa harus membawa tumpukan buku tugas.

Baca juga:  Capres Solusi Menarik Pembelajaran Jarak Jauh IPA

Dua media pembelajaran yang telah digunakan dirasa masih kurang sehingga sekolah mulai melirik Microsoft teams untuk melengkapi. Microsoft teams menyatukan percakapan, konten dan aplikasi di satu tempat dan memungkinkan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Melalui media ini pendidik dapat menyelenggarakan video conference dengan peserta didik untuk mengetahui kondisi terkini dari mereka. Dengan menggunakan teams, guru dapat menyampaikan materi pembelajaran, berdiskusi dengan mereka sehingga terjalin hubungan sosial serta mempermudah dalam bertukar fikiran dan pendapat. Seolah-olah pembelajaran berjalan seperti tatap muka di dalam kelas karena kita bisa langsung melihat ekspresi anak-anak , mendengar diskusi mereka dan jog jog yang biasa dilakukan di kelas bisa muncul saat video conference ini berlangsung.

Baca juga:  Tadabbur Alam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Kajian materi yang dipelajari juga merupakan materi yang menyenangkan karena membicarakan pemberdayaan komunitas, yang tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih maju serta untuk meningkatkan kualitas hidup.

Diskusi berjalan secara gayeng karena beberapa siswa dapat menceritakan pemberdayaan komunitas yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Ada beberapa siswa yang orangtuanya petani aren sehingga dapat menceritakan tentang tahapan pembuatan gula aren sekaligus keuntungan yang diperoleh dari penjualan gula aren tersebut.

Sementara siswa lain yang di lingkungan merupakan penghasil buah pisang yang melimpah menceritakan teknik pembuatan ceriping pisang. Demikian halnya dengan siswa yang di lingkungannya produksi singkong berlimpah, mereka menceritakan wira usaha ceriping singkong. Suasana ruang kelas online menjadi menyenangkan, kerinduan bertatap muka dengan anak-anak pun terobati.
Sebenarnya pembelajaran daring ini memiliki beberapa kekurangan bagi peserta didik seperti terjadinya penurunan capaian belajar, adanya keterbatasan gawai atau kuota internet sebagai fasilitas penunjang daring. Tapi di sisi lain juga ada beberapa kelebihan seperti metode belajar lebih variatif, anak menjadi peka dan beradaptasi dengan perubahan, mau atau tidak anak harus mengeksplorasi teknologi.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Sejarah dengan Metode Sosiodrama

Demikian halnya dengan para pendidik, harus belajar, belajar dan belajar terus mendalami IT demi suksesnya pembelajaran online. Kerelaan belajar dengan mengoptimalkan guru-guru muda milenial untuk membimbing dan mengeksplorasi teknologi membawa dampak yang luar biasa terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan, sehingga dengan daring menjadi “meguru karo wong nom.”

Dengan mencermati kondisi-kondisi di atas dapat diambil kesimpulan kita harus siap dengan segala perubahan. Karena perubahan senantiasa hadir dalam kehidupan manusia, baik direncanakan ataupun tidak. Yang terpenting dari semuanya adalah kesiapan dan kesigapan menghadapi segala perubahan yang terjadi. (agu1/lis)

Guru Sosiologi SMAN 1 Limbangan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya