alexametrics

Bermain Kertas Lipat untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Bangun Ruang

Oleh : Gunarsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika berfungsi mengembangkan dan menggunakan rumus matematika yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran, geometri, aljabar dan trigonometri. Menurut Heruman (2007:2), tujuan akhir pembelajaran matematika pada sekolah dasar yaitu agar siswa terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, untuk menuju tahap ketrampilan tersebut harus melalui langkah-langkah yang benar yang sesuai dengan kemampuan dan lingkungan siswa.

Pembelajaran materi bangun ruang pada mata pelajaran matematika di kelas VI meliputi pengenalan konsep bangun ruang, unsur-unsur bangun ruang, nama-nama bangun ruang beserta ciri-ciri dan rumus volumenya. Meskipun konsep bangun ruang sudah diajarkan di kelas V, namun masih terbatas. Karena hanya membahas kubus dan balok saja. Di kelas VI diperluas lagi dengan nama-nama bangun ruang yang lain seperti prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola. Pada pembelajaran bentuk beberapa bangun ruang tersebut penulis menggunakan model-model bangun ruang yang dapat dilihat langsung siswa secara daring. Selain itu, praktik pembelajaran bangun ruang di kelas VI SD Negeri 02 Bumirejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, penulis menggunakan media Kertas Lipat bangun ruang yang langsung dikerjakan siswa.

Baca juga:  Penilaian Hafalan Yang Efektif di Masa Pandemi

Kertas Lipat adalah seni membuat sebuah objek dari bahan dasar kertas dengan cara menggunting, melipat, dan menempel pola yang telah didesain sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Kertas Lipat pengembangan dari origami, tetapi bentuk Kertas Lipat lebih menyerupai bentuk aslinya (Hasan, 2012).

Adapun tahapan penerapan dalam proses pembelajaran sebagai berikut, Pertama, tahap persiapan, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 siswa. Siswa menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan selama proses pembelajaran dengan media Kertas Lipat berupa karton atau kertas manila, penggaris, pensil, gunting dan lem. Kedua, tahap proses penerapan terdiri atas siswa mengambil bahan Kertas Lipat, membuat pola jaring-jaring bangun ruang, menggunting pola jaring-jaring bangun ruang yaitu prisma, limas, tabung dan kerucut secara bertahap. Kemudian kegiatan melipat dan menempel pola sampai terbentuk sebuah bangun ruang.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar IPA dengan Gerakan Literasi Sains

Hasil karya digunakan untuk kegiatan mengamati dan bahan penerapan nyata secara kontekstual. Materi bangun ruang mulai dari ciri-ciri bangun ruang dengan melihat benda nyata sekaligus penerapan konsep mulai dari pengertian, volume sampai aplikasi rumus. Ketiga, tahap pengembangan materi. Pada tahap ini, materi dapat dikembangkan tentang ciri-ciri dari berbagai nama bangun ruang dilihat dari jumlah sisi, rusuk, dan titik sudutnya. Pertanyaan yang diberikan misalnya berapakah jumlah sisi, rusuk, dan titik sudut dari bangun ruang prisma segi empat, limas segi tiga, limas segi empat dan kerucut. Selain itu, siswa diminta mengisi tabel yang sudah disediakan di mana siswa dapat langsung menghitung sendiri unsur-unsur bangun ruang yang ditanyakan, sehingga siswa dapat menemukan jawaban sendiri. Keempat, tahap penutup. Pada tahap ini, dilakukan kegiatan umpan balik serta refleksi proses pembelajaran dan refleksi konsep dengan fasilitator guru sekaligus kesimpulan dan penguatan dari hasil karya bangun ruang siswa.

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Jigsaw

Sebelum mengakhiri pelajaran, guru memberikan tugas lagi untuk membuat bentuk bangun ruang yang berbeda dari yang sudah dibuat sebelumnya. Penggunaan media Kertas Lipat bangun ruang pada kegiatan membuat pola, menggunting, melipat, dan menempel bahan kertas manila tersebut sangat bermanfaat bagi siswa untuk melatih motorik halus. Di samping itu, siswa juga belajar untuk berkreasi dan berimajinasi.Manfaat lain sebagai sarana pengembangan karakter yaitu sifat sabar, teliti, tekun dan kerja sama. (pg1/ton)

Guru SD Negeri 02 Bumirejo, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya