alexametrics

Model Examples Non Examples Mudahkan Siswa Menulis Puisi

Oleh : Erva Agus Rohmawati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENULIS puisi merupakan salah satu bentuk dari menulis kreatif. Menulis kreatif bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan pikiran-pikiran kreatif yang bergumul dan mengendap dalam pikiran seseorang dan menyusunnya ke dalam sebuah kalimat dalam struktur yang baik. Tulisan kreatif puisi merupakan tulisan yang bersifat apresiatif dan kreatif. Untuk menghasilkan tulisan ini, dibutuhkan kejelian dan konsentrasi serta kemampuan mengolah kata yang baik agar terjalin deretan kata yang tersusun rapi dan dapat dimengerti orang lain.

Pembelajaran menulis puisi pada Kurikulum 2013 ini bisa ditemukan di kelas X SMA. Siswa kelas X dituntut untuk menguasai keterampilan menulis puisi ini. Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang belum mampu menulis puisi. Hal ini juga terjadi di SMA Negeri 3 Magelang. Ketidakmampuan siswa dalam menulis puisi di antaranya siswa mengalami kesulitan dalam menulis puisi karena kurang memiliki minat untuk menulis, tidak adanya ketertarikan siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia khususnya menulis puisi karena cara penyampaian guru kurang menarik, dan proses pembelajarannya monoton.

Baca juga:  Metode Tahsin dalam Pembelajaran Alquran Hadis

Agar siswa tertarik dengan pembelajaran menulis puisi ini, guru perlu menerapkan model pembelajaran yang tepat di kelas. Salah satu alternatif model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru adalah model examples non examples. Model examples non examples merupakan model pembelajaran yang menggunakan contoh gambar sebagai media untuk menyampaikan materi pembelajaran (Huda, 2013:234). Model ini mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang termuat dalam contoh-contoh gambar yang disajikan. Penggunaan media gambar tersebut dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar untuk kemudian dideskripsikan secara singkat perihal isi dari sebuah gambar. Dengan demikian, model ini menekankan pada konteks analisis siswa. Gambar yang digunakan dalam model ini dapat ditampilkan melalui LCD, proyektor, atau poster.

Baca juga:  Efektivitas Pentablet dalam PJJ Konsep Hukum Newton

Pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model examples non examples memiliki langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, guru membuka pelajaran, memotivasi siswa, dan menyampaikan kompetensi dasar beserta tujuan pembelajaran hari ini. Kedua, guru mempersiapkan gambar-gambar terkait tema yang akan diangkat ketika menulis puisi. Misalnya, guru memberikan pilihan dua tema, lingkungan dan bencana alam. Guru pun harus menyediakan gambar-gambar terkait tema-tema tersebut. Ketiga, guru menempelkan gambar di papan tulis atau bisa menayangkan gambar tersebut melalui LCD. Gambar yang ditayangkan atau ditempel harus berukuran besar dan jelas terlihat oleh siswa yang duduk di bangku belakang. Keempat, guru membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari 2–3 siswa.

Kelima, guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk memperhatikan, mengamati, dan atau menganalisis gambar. Tiap kelompok mencatat atau menuliskan hasil diskusi dari memperhatikan, mengamati, dan menganalisis gambar pada kertas. Keenam, guru menginstruksikan siswa secara individu untuk merangkai kata-kata dari hasil diskusi, memperhatikan, mengamati, dan menganalisis gambar untuk dijadikan sebuah tulisan puisi. Langkah terakhir, hasil puisi yang dibuat siswa ditukarkan dengan temannya, dan beberapa dibacakan di depan kelas. Siswa lain mencermati dan memberikan masukan terhadap isi puisi temannya itu. Kemudian, guru memberi kesempatan pada siswa untuk memperbaiki kembali puisi berdasarkan masukan dari temannya tersebut.
Melalui penerapan model examples non examples ini, penulis menyimpulkan bahwa siswa tertarik dengan pembelajaran menulis puisi. Siswa lebih antusias berdiskusi dan memperhatikan gambar yang diberikan guru. Siswa juga lebih mudah mendapatkan inspirasi untuk menulis puisi sehingga keterampilan menulis puisi siswa meningkat. (lbs1/ida)

Baca juga:  Strategi “Bijak” Tingkatkan Pemahaman Perkembangbiakan Tumbuhan

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Magelang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya